Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 01:05 WIB

Soal Imigran, Istri Trump Beda dengan Suaminya

Senin, 18 Juni 2018 | 12:34 WIB

Berita Terkait

Soal Imigran, Istri Trump Beda dengan Suaminya
Melania Trump - (Foto: thecut)

INILAHCOM, Washington DC--Ibu Negara AS Melania Trump akhirnya angkat suara dalam nada yang berbeda tentang kebijakan suaminya, Presiden Donald Trump, yang memisahkan orang tua dan anak-anak yang memasuki negara itu dari Meksiko secara ilegal.

"Kita perlu menjadi negara yang mengikuti hukum, tetapi juga negara yang memerintah dengan hati," kata Melania, seperti dikutip juru bicaranya. Demikian laporan yang dikutip dari BBC, Senin (18/6/2018).

Ia berkomentar atas kontroversi yang berkembang mengenai kebijakan "toleransi nol" yang diberlakukan suaminya, Presiden Donald Trump.

Dalam periode enam minggu terakhir ini ada hampir 2.000 keluarga yang dipisahkan.

Orang dewasa yang mencoba menyeberangi perbatasan, yang sebagian bermaksud mencari suaka, ditahan dan menghadapi tuntutan pidana untuk tuduhan masuk secara ilegal.

Akibatnya, ratusan anak di bawah umur kini ditempatkan di pusat-pusat penahanan, dan dijauhkan dari orang tua mereka. Kebijakan ini dikecam kelompok-kelompok hak asasi yang menyebutnya sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tak biasanya Melania Trump angkat bicara terkait kebijakan dan politik suaminya. Kali ini ia angkat suara dan mengatakan, dia "benci melihat anak-anak dipisahkan dari keluarga mereka dan berharap kedua belah pihak (Partai Republik dan Demokrat di Kongres) akhirnya bisa bersatu untuk mencapai reformasi imigrasi yang bagus".

Selama ini Trump menuding bahwa sebuah undang-undang "yang diberikan Demokrat kepada kami" sebagai penyebab kebijakan tersebut, tetapi tidak jelas undang-undang apa yang dia maksud.

Dalam cuitan pada hari Sabtu (16/6/2018) ia mendesak Demokrat untuk bekerja sama dengan Partai Republik untuk membuat undang-undang baru.

Namun para pengamat menunjukkan bahwa penahanan anak-anak secara terpisah dari orang tua mereka adalah kebijakan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung AS Jeff Sessions bulan lalu dan untuk menghentikannya tidak dibutuhkan keputusan kongres.

Kebijakan itu telah memecah-belah Partai Republik. Banyak pembela Trump berkilah, sebagian anak-anak itu sebetulnya sudah sering diambil oleh pemerintah dari para orang tua mereka yang berurusan dengan hukum karena dituduh melakukan kejahatan lain.

Penahanan anak-anak, menurut laporan mencakup juga bayi dan balita, mengakibatkan banyak rumah penampungan dan panti asuhan melaporkan bahwa mereka kehabisan ruangan.

Pada hari Minggu (17/6/2018), sejumlah anggota Kongres dari Demokrat melakukan "kunjungan mendadak di Hari Ayah" ke pusat penahanan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di New Jersey, menuntut untuk bertemu para tahanan yang dipisahkan dari anak-anak mereka.

Sementara itu, pihak berwenang AS mengumumkan akan mendirikan 'kota-kota tenda' untuk menampung ratusan anak lainnya.

Ratusan tenda itu akan dipasang, dilengkapi berbagai fasilitas, membentuk kompleks yang bagaikan sebuah kota di kawasan padang pasir Texas yang suhunya bisa mencapai 40 derajat celsius.

Anggota parlemen setempat Jose Rodriguez menyebut rencana itu "benar-benar tidak manusiawi" dan "keterlaluan". Menurutnya,"(rencana) ini harus dikutuk oleh siapa saja yang memiliki moral dan tanggung jawab."

Para pengunjuk rasa berbaris ke salah satu 'kota tenda' di Tornillo, Texas, pada hari Minggu tempat ratusan anak-anak ditahan tanpa orang tua mereka.

Mereka berseru, "Bersatulah Keluarga!" dan "Bebaskan anak-anak kami sekarang!", lapor radio NPR.

Dalam dua minggu pertama kebijakan "tanpa toleransi", 658 anak di bawah umur--termasuk banyak bayi dan balita--dipisahkan dari orang dewasa yang bersama mereka, kata pejabat perbatasan AS.

Namun tindakan itu dilaporkan sudah terjadi sebelumnya: antara Oktober 2017 dan April lalu lebih dari 700 keluarga terkena kebijakan ini.

Sebagian keluarga dipersatukan kembali setelah orang tua mereka dibebaskan dari tahanan. Namun, dilaporkan banyak keluarga yang dipisahkan selama berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan.

Pemisahan keluarga dilaporkan pernah terjadi di beberapa pemerintahan sebelumnya, namun menurut para aktivis, jumlahnya sangat kecil. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x