Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 00:04 WIB

Kim-Trump Teken Kesepakatan Damai

Oleh : - | Selasa, 12 Juni 2018 | 14:09 WIB
Kim-Trump Teken Kesepakatan Damai
Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen kesepakatan damai antara Korea Utara dan AS. - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Singapura--Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah kesepakatan perdamaian, memuncaki KTT yang berlangsung sejak pukul 09:00 (08:00 WIB).

"Ini merupakan sebuah dokumen yang komprehensif, yang akan disambut hangat kedua belah pihak," kata Trump ketika wartawan menanyakan isinya, seperti dikutip dari BBC, Selasa (12/6/2018).

"Kami sepakat untuk meninggalkan (konfik dan ketegangan) masa lalu," kata Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, melalui penerjemah.

"Semua pembicaraan berlangsung jauh lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang. Kami senang dengan kesepakatan ini," tambah Presiden Donald Trump. "Kami sangat bangga atas apa yang terjadi hari ini. Hubungan kami dengan Koea Utara dan Semenanjung Koea Utara akan berbeda sama sekali dibanding di masa lalu."

"Terima kasih, sangat menakjubkan," kata Trump.

Namun belum jelas, apa isi dokumen kesepakatan yang baru ditandatangani itu.

Pengamat Korea Utara Profesor Robert Kelly yang mengajar ilmu politik di Universitas Busan, Korea Selatan mengatakan kepada BBC, telah muncul spekulasi dari media Korea Selatan bahwa dokumen yang ditandatangani kedua pemimpin adalah perjanjian perdamaian. Namun jika demikian, pasti harus melibatkan Korea Selatan, kata Kelly.

Kenyataan bahwa Donald Trum mengatakan dkumen itu merupakan kesepakatan 'komprehensif' menunjukkan bahwa dokumen itu bisa saja tidak hanya soal denuklirisasi Korea Utara, tapi mencakup masalah lain seperti hak asasi manusia, pencabutan sanksi dan bantuan ekonomi.

"Komprehensif adalah kata yang muluk," kata Prof Kelly.

Beijing memuji hasil pertemuan KTT antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dengan menyebutnya bersejarah.

Fakta bahwa kedua pemimpin "dapat duduk bersama dan memiliki pembicaraan setara memiliki arti yang penting dan positif, dan menciptakan sejarah baru," kata Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.

Dia juga menegaskan kembali seruan Beijing terkait "denuklirisasi penuh" untuk menyelesaikan ketegangan di Semenanjung Korea.

Ini sungguh pertemuan sangat cepat dan ringkas: Lima jam lewat sedikit setelah dimulainya pertemuan, kedua pemimpin, Kim Jong-un dan Donald Trump, meninggalkan Pulau Santosa. [bbc/lat]

Tags

Komentar

Embed Widget

x