Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 07:01 WIB

Trump dan Kim Sudah Berada di Singapura

Oleh : - | Senin, 11 Juni 2018 | 05:33 WIB
Trump dan Kim Sudah Berada di Singapura
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Singapura--Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kini sudah berada di Singapura. Trump dan Kim akan mengadakan pertemuan pada Selasa (12/6) esok di Hotel Capella, Pulau Sentosa.

Kim tiba lebih dulu di Singapura, disusul beberapa jam kemudian oleh Trump. Sebelum melakukan pertemuan, kedua pemimpin yang negaranya lama berseteru ini, bertemu lebih dulu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong.

Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin Korea Utara bertemu dengan presiden AS yang sama-sama masih menjabat.

Sebelum berangkat, Trump menyebut bahwa KTT ini adalah "satu-satunya kesempatan" untuk perdamaian dan mengatakan bahwa dia dan Kim "berada di teritori yang sangat asing".

Washington mengharapkan KTT ini sebagai proses awal yang pada akhirnya akan membuat Kim mengakhiri proyek senjata nuklirnya.

AS menginginkan agar Korea Utara mengakhiri program senjata nuklirnya yang dapat diverifikasi oleh dunia internasional.

Hanya dengan langkah-langkah ke arah itu, sanksi PBB terhadap Korea Utara akan diakhiri dan bantuan internasional akan mengalir ke negara itu, kata Menteri Pertahanan AS Jim Mattis. baru-baru ini.

Tetapi ini tidak berarti bahwa AS berharap semuanya dapat diselesaikan dalam pertemuan di Singapura. Presiden Trump mengatakan semua itu memerlukan proses yang panjang.

Sejumlah analisa mengatakan bahwa Kim telah meraih kemenangan dengan berhasil melakukan pertemuan dengan pemimpin negara paling berkuasa di dunia.

Para analis itu juga bertanya apakah mungkin Kim akan menghapus program nuklirnya, padahal dia telah mendorong begitu keras untuk menghidupkan senjata nuklirnya.

Karena itulah, sejumlah kalangan menganggap Kim Jong-un tidak akan menurutinya, kecuali semua pihak yang berkepentingan di Semenanjung Korea juga melucuti senjatanya, termasuk Amerika Serikat.

Namun, Kim juga mengatakan dia sekarang ingin fokus pada pembangunan ekonomi Korea Utara. Dengan demikian dia menginginkan sanksi internasional dicabut sehingga investasi akan mengalir masuk ke negara itu

Pertanyaannya adalah konsesi apa yang ingin dia buat? Apakah dia akan menaati janji? Apakah dia akan membatalkan program nuklirnya?

Sulit untuk mengatakannya, tetapi Trump telah mengisyaratkan bahwa mereka dapat menandatangani perjanjian untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea, yang sejauh ini baru berupa gencatan senjata pada 1953.

Melakukan perjanjian mengenai Perang Korea, kemungkin akan menjadi "bagian yang mudah," kata Trump.

Presiden AS ini juga mengatakan bahwa jika pertemuan ini berjalan tidak sesuai yang diinginkan, dia akan meninggalkan pertemuan. Tetapi jika keadaannya berjalan baik, Kim akan menerima undangan ke Gedung Putih. [bbc/lat]

Tags

Komentar

Embed Widget

x