Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 04:25 WIB

Presiden Suriah akan Berkunjung ke Korea Utara

Senin, 4 Juni 2018 | 11:50 WIB

Berita Terkait

Presiden Suriah akan Berkunjung ke Korea Utara
Presiden Suriah Bashar al-Assad - (Foto: egypttoday)

INILAHCOM, Damaskus--Presiden Suriah Bashar al-Assad merencanakan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara, seperti dilaporkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, sebagaimana dikutip dari BBC, Senin (4/6).

Jika terlaksana, Presiden Assad akan menjadi kepala negara pertama yang mengunjungi Kim Jong-un di negara yang hingga kini masih terisolasi tersebut.

Waktu kunjungan tidak disebutkan namun pengumuman kunjungan ini sekitar sepekan lebih menjelang pertemuan puncak Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura, 12 Juni mendatang.

Suriah--yang merupakan salah satu dari sedikit sekutu Korea Utara--tidak mengeluarkan komentar tentang rencana kunjungan yang dilaporkan KCNA tersebut.

Kedua negara dituduh bekerja sama dalam mengembangkan senjata kimia, namun baik pemerintah Damaskus maupun Pyongyang sama-sama membantah tuduhan.

Dalam laporannya, KCNA mengutip Presiden Assad yang mengatakan, "Saya akan berkunjung dan bertemu dengan Kim Jong-un."

Assad juga dikutip mengatakan keyakinannya bahwa Kim akan "mencapai kemenangan akhir dan mewujudkan reunifikasi Korea tanpa kegagalan."

Hal tersebut disampaikannya setelah menerima surat kepercayaan duta besar Korea Utara yang baru untuk Suriah, Mun Jong-nam.

Korea Utara menjalin hubungan diplomatik dengan Suriah pada 1966 dan mengirim pasukan serta senjata semasa perang Arab-Israel pada Oktober 1973.

Sebuah laporan PBB yang bocor pada bulan Februari menuduh Korea Utara mengirim 40 kapal pada tahun 2012 dan 2017 yang membawa bahan-bahan seperti tegel anti zat asam, tabung serta pipa yang bisa digunakan untuk membuat senjata kimia.

Pemerintahan pimpinan Presiden Assad dituduh menggunakan senjata kimia dalam perang saudara selama tujuh tahun belakangan, namun membantah memilikinya.

Dalam beberapa waktu terakhir, Korea Utara memberi pertanda untuk membuka diri dengan Korea Selatan, yang secara prinsip masih dalam keadaan perang karena kedua negara tidak pernah menandatangani kesepakatan damai selain gencatan senjata.

Dan sejak membaiknya hubungan kedua negara, Kim Jong-un sudah bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan rencananya akan menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada tahun ini juga.

Namun yang menjadi puncak perhatian adalah pertemuannya dengan Presiden Donald Trump di Singapura pada 12 Juni mendatang.

Banyak yang menanti pertemuan itu karena Amerika Serikat menuntut denuklirisasi sepenuhnya di Semenanjung Korea, sementara pemerintah Korea Utara menginginkan dilonggarkannya sanksi internasional yang melumpuhkan perekonomiannya. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x