Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 01:26 WIB

'Pembunuhan' Wartawan Rusia, Ukraina Dikecam

Jumat, 1 Juni 2018 | 09:10 WIB

Berita Terkait

'Pembunuhan' Wartawan Rusia, Ukraina Dikecam
Arkady Babchenko - (Foto: aljazeera)

INILAHCOM, Jakarta--Pemerintahan Ukraina dikritik tajam karena membuat sandiwara dan menyebut jurnalis yang kerap berseberangan dengan pemerintah Rusia, Arkady Babchenko, tewas dibunuh.

Pejabat di Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) menyebut Ukraina telah menyebarkan informasi palsu. Demikian BBC, Jumat (1/6).

Adapun, lembaga Reporters sans Frontieres (RSF) atau Wartawan Lintas Batas menganggap Ukraina menyalahgunakan wartawan untuk perang informasi.

Ukraina berdalih bahwa mereka melakukan hal itu untuk mencegah Rusia yang berencana membunuh Babchenko.

Namun, organisasi wartawan menilai Ukraina telah merendahkan kredibilitas jurnalis dengan sandiwara ini.

Harlem Desir, perwakilan OSCE di bidang kemerdekaan pers, mengatakan, "Saya menyayangkan keputusan Ukraina menyebar informasi bohong tentang nyawa seorang wartawan. Adalah tugas pemerintah menyediakan informasi yang tepat kepada masyarakat," ujar Desir.

Sementara pemimpin RSF, Christophe Deloire, mengatakan, "RSF menyatakan kemarahan yang nyata mengetahui bahwa Dinas Rahasia Ukraina (menyalahgunakan wartawan) untuk menjalankan perang informasi," katanya.

"Sangat berbahaya apabila suatu negara mempermainkan fakta, terutama yang berhubungan dengan wartawan," tambahnya.

Babchenko, wartawan Rusia berusia 41 tahun yang dikenal kritis terhadap rezim Vladimir Putin, mengejutkan publik ketika ia muncul dalam jumpa pers di ibu kota Ukraina, Kiev, Rabu (30/05), sehari setelah diberitakan meninggal dunia.

Kepala Badan Keamanan Ukraina, Vasyl Hrytsak, menyebut sudah menangkap satu orang yang diduga bagian dari komplotan pembunuh bayaran yang dibiayai Rusia.

Setelah Rusia menganeksasi Krimea tahun 2014, hubungan mereka dengan Ukraina memanas. Rusia juga dituding secara diam-diam menyokong gerombolan bersenjata dalam konflik berdarah di Ukraina bagian timur itu. [bbc/lat]

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut tindakan Ukraina sebagai propaganda yang konyol.

Komentar

Embed Widget
x