Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 07:07 WIB

PM Spanyol akan Hadapi Mosi Tidak Percaya

Oleh : - | Sabtu, 26 Mei 2018 | 05:27 WIB
PM Spanyol akan Hadapi Mosi Tidak Percaya
PM Spanyol Mariano Rajoy - (Foto: AP Photo)

INILAHCOM, Madrid--PM Spanyol Mariano Rajoy akan menghadapi mosi tak percaya setelah pengadilan memutuskan bahwa Partai Rakyat (PP) yang berkuasa mengambil keuntungan dari skema suap besar-besaran untuk mendapatkan kontrak.

Seorang juru bicara Partai Sosialis (PSOE) Jumat (25/5) mengatakan partai tersebut telah mengusulkan pemungutan suara di parlemen sehari setelah Mahkamah Nasional Spanyol memvonis 29 pengusaha dan sejumlah mantan petinggi PP bersalah melakukan penipuan, menghindari pajak dan pencucian uang serta kejahatan-kejahatan lainnya.

Tantangan ini menyebabkan masa depan Rajoy terancam. Akan tetapi pemimpin Sosialis, Pedro Sanchez perlu meyakinkan partai-partai oposisi lainnya agar mendukung PSOE yang menguasai 84 dari 350 kursi di Kongres Nasional, agar dapat memecat kelompok konservatif yang berkuasa.

Partai anti kemapanan Podemos, dengan 67 kursi, telah menyatakan akan mendukung pemecatan Rajoy.

Tetapi dengan tantangan tersebut, PSOE juga mendesak partai pro-bisnis Ciudadanos untuk memutuskan apakah akan mendukung mosi, yang memerlukan sedikitnya 175 suara agar disetujui. Ciudadanos hingga kini mendukung pemerintah minoritas pimpinan Rajoy di parlemen.

Putusan pengadilan segera menimbulkan gejolak di pemerintahan PM Rajoy yang terpojok, yang sedang mengatasi perlawanan dari kelompok separatis di Catalonia dan yang telah bertahun-tahun membela partainya dari puluhan tuduhan korupsi.

PSOE telah menyatakan akan mengajukan banding atas bagian dari putusan yang menyatakan partai itu termasuk partisipan pencari keuntungan dalam skema suap itu.

Rajoy belum mengeluarkan pernyataan terbuka sejak putusan pengadilan dikeluarkan. Namun kantor perdana menteri menyatakan hari Kamis bahwa tak seorang pun dari pemerintahan yang sekarang atau di jajaran pimpinan partai yang menyadari adanya praktik terlarang itu. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget

x