Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 22:33 WIB

Ancam Saudi, Belasan Wanita Ditangkap

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 24 Mei 2018 | 14:27 WIB

Berita Terkait

Ancam Saudi, Belasan Wanita Ditangkap
(Foto: middleeasteye)

INILAHCOM, Riyadh--Sebuah rencana terselubung oleh Qatar yang mengganggu keamanan Arab Saudi, telah dibongkar dari sebuah dokumen yang bocor.

Laman Middleeasteye.com Rabu (23/5) menyebutkan, rencana itu diungkap oleh Abdulkhaleq Abdulla. Tokoh sosial media kondang Saudi ini menuliskan, "Rencana itu terbongkar setelah seorang perempuan yang berfungsi sebagai sel tidur di Saudi ditangkap karena berniat menyerang keamanan dan perlindungan rakyat Saudi," tulisnya.

Sel yang dimaksudkan itu tak lain adalah Lojain al-Hathloul, salah seorang perempuan dari 11 wanita aktivis Saudi yang ditangkap pekan lalu. Mereka dicurigai melakukan kontak dengan negara asing dan menawarkan dukungan dana bagi musuh Saudi di luar negeri.

Dalam suratnya, Abdulkhaleq menyebut Lojain al-Hathlous sebagai 'Tangan Setan Qatar' yang merekrut sejumlah pegawai negeri yang bekerja di posisi sensitif.

"Mereka diberi dana untuk melumpuhkan keamanan Saudi," tulis Abdulkhaleq, profesor Saudi yang sangat berpengaruh.

Penangkapan ke-11 wanita Saudi itu dikecam banyak pihak. Termasuk Samah Hamid, Direktur Amnesty Internasional Timur Tengah yang menuduh para wanita itu menjadi korban reformasi Pangeran Muhammad bin Salman tanpa mengindahkan aktivis HAM.

"Kami tetap meminta agar seluruh tawanan dibebaskan tanpa syarat," kata Samah Hamid. Ke-11 wanita aktivis itu diancam hukuman mati bila terbukti bersalah.

Lojain al-Hathloul pernah ditahan dua kali karena kegiatannya mengkritik Kerajaan Saudi. Pada 2014 Lojain al-Hathloul ditahan pertama kali karena mencoba mengemudi dari Uni Emirat Arab menuju Arab Saudi. Hal itu dilakukan sebagai pembalasan atas larangan mengemudi bagi wanita Saudi.

Sedangkan seorang aktivis HAM yang tak disebut namanya menuduh, "Laporan seperti ini dimaksudkan untuk membungkam para pengkritik di dalam Arab Saudi, dan menteror siapa pun yang tergerak hatinya oleh kelompok wanita itu," tulis salah satu aktivis HAM. [lat]

Komentar

Embed Widget
x