Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 07:06 WIB

Satu Diplomat AS di Cina Alami Gangguan Otak

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 24 Mei 2018 | 13:55 WIB
Satu Diplomat AS di Cina Alami Gangguan Otak
Menlu AS Mike Pompeo - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Beijing--Seorang diplomat AS yang bertugas di Konsulat Jenderal AS di Guangzhou menderita gangguan pendengaran dan fisik lainnya, sehingga dipulangkan ke AS.

The New York Times mengabarkan Rabu (23/5), diplomat yang tak disebut namanya itu mengalami gangguan di bagian otaknya.

"Pemeriksaan klinis mendapati korban mengalami trauma ringan di otaknya," tutur Jinnie Lee, jurubicara Kedubes AS di Beijing.

Cidera ringan yang dirasakan berupa pusing, mata berkunang-kunang, ingin muntah, tiba-tiba hilang ingatan dan penglihatan mulai berkabut. Karena itu, pihak Kedubes AS mengimbau warga AS yang berada di Cina segera melapor, bila mengalami gangguan serupa.

Dalam konfrerensi persnya, Menlu AS Mike Pompeo menjelaskan bahwa gejala gangguan fisik itu mirip dengan gangguan yang dialami para diplomat AS di Kuba.

"Indikasi dan gejalanya sama,"tutur Pompeo dalam konperensi persnya bersama Menlu China Wang Yi.

Menlu AS itu menambahkan, Pemerintah Beijing telah menanggapi hal ini secara serius, dan menawarkan bantuan untuk mengusut kasus ini.

"Kami bekerjasama menuntaskan kasus ini," kata Pompeo.

Sementara itu, Menlu Wang Yi mengakui belum mendapatkan organisasi atau perorangan yang melakukan gangguan suara itu.

"Kami tidak ingin kasus ini dipolitisasi atau dibesar-besarkan," kata Wang Yi.

Menlu Cina itu menegaskan bahwa Pemerintah Cina "Akan melindungi hak-hak dan kepentingan warga asing, terutama para diplomat," tuturnya.

Tahun 2016 lalu, 24 diplomat AS yang bertugas di Havana, Kuba mengalami gangguan serupa. Mereka seperti mendengar suara aneh dan memilukan dan mengeluh sakit kepala, pusing dan mengalami tuli.

Pemerintah AS menduga keras gangguan suara itu dilancarkan oleh para agen Kuba. Pemerintah Kuba belum menjelaskan gangguan itu, sehingga Pemerintah Washington memanggil pulang para diplomatnya dan mengusir 17 diplomat Kuba kembali ke negaranya. [lat]

Komentar

Embed Widget

x