Find and Follow Us

Minggu, 16 Juni 2019 | 17:52 WIB

Beruang Liar Bakal Diburu Lagi di AS

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 22 Mei 2018 | 11:39 WIB
Beruang Liar Bakal Diburu Lagi di AS
Beruang abu-abu di Alaska - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Juneau--Pemerintahan Presiden Donald Trump mengusulkan mencabut larangan perburuan beruang abu-abu yang sebelumnya diterapkan Presiden Barrack Obama.

Kantor berita Reuters mengabarkan Senin (21/5) rencana pencabutan itu diusulkan oleh Menteri Dalam Negeri Ryan Zinke. Usulan itu antara lain menyebutkan, bahwa para pengelola satwa liar di negara bagian Alaska juga diberi wewenang untuk menentukan metode perburuan beruang abu-abu yang kini berada di kawasan cagar alam Alaska yang luasnya 8 juta hektare.

Tentu saja, usulan itu dikecam keras oleh para penyayang binatang langka. Sebab beruang abu-abu merupakan binatang langka yang kini hanya berjumlah 30 ribu ekor di Alaska. Sementara populasi beruang hitam masih sekitar 100 ribu dan bergerak di sejumlah kawasan negara bagian lain.

Di zaman Obama, pada 2015, perburuan beruang abu-abu itu dilarang karena para pemburu menggunakan umpan yang menarik perhatian beruang kecil. Seperti menggunakan kue donat, lemak babi dan makanan anjing basah, sehingga beruang-beruang kecil digiring ke tengah lapangan untuk ditembak dengan mudah oleh para pemburu beruang.

"Umpan seperti itu tidak sehat dan tidak aman, serta tidak konsisten dengan UU federal," tulis larangan Badan Layanan Pertamanan di zaman Obama.

Namun kini, di bawah Trump, larangan itu hendak dihapus. Alasannya perburuan itu dimaksudkan untuk menekan populasi beruang abu-abu. Lagipula binatang buas itu dianggap senantiasa memangsa rusa liar yang hidup di Alaska, yang juga dianggap sebagai satwa langka.

Peraturan baru tentang perburuan itu diperkirakan akan didaftarkan ke Pemerintah Federal, Selasa (22/5) hari ini. Hari itu bertepatan dengan berakhirnya peraturan lingkungan era Obama oleh penerusnya, Presiden Donald Trump.

"Kasus ini merupakan langkah Pemerintah Federal untuk mencampuri otoritas negara bagian mengelola satwa liar," kata Thor Stacey, veteran pemburu beruang. [lat]

Komentar

Embed Widget
x