Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 22:14 WIB

Hubungan Turki dan AS Semakin Tegang

Senin, 21 Mei 2018 | 08:14 WIB

Berita Terkait

Hubungan Turki dan AS Semakin Tegang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Ankara--Turki sangat marah dengan relokasi Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan peluru tajam yang digunakan Israel terhadap demonstran Palestina di Gaza. Turki telah menarik dua duta besarnya dari AS dan Israel.

Ketegangan antara Turki dan AS sudah memuncak terkait nasib seorang pastur AS yang dipenjara di Turki dan vonis terhadap seorang bankir Turki di AS.

VOA melaporkan, Senin (21/5), massa berkumpul di Istanbul dan Ankara memprotes pemindahaan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Massa juga mengecam bentrokan mematikan antara demonstran Palestina dan pasukan Israel di Gaza.

PM Turki Binali Yildirim mengutuk pembantaian di Gaza dan tanggapan AS terhadap hal itu. "Fakta bahwa Amerika, yang mengklaim sebagai mediator untuk mempertahankan perdamaian di kawasan dan dunia, ikut memiliki andil dalam pembantaian ini," ujarnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengecilkan makna ketegangan itu dan mengatakan Turki masih merupakan sekutu penting AS.

Nauert mengatakan, "Kami sadar Turki telah menarik duta besarnya. Hak Turki untuk melakukan hal itu, dan saya tidak melihat hal itu sebagai memburuknya hubungan dengan pemerintah Turki."

Hal lain yang menambah ketegangan hubungan bilateral kedua negara adalah penahanan pastor AS, Andrew Brunson, sejak tahun 2016, yang kemungkinan dapat dijatuhi hukuman 35 tahun penjara karena tuduhan spionase dan terorisme. Departemen Luar Negeri AS mengatakan tuduhan-tuduhan itu tidak berdasar. Sejumlah senator AS setuju dengan hal itu dan menyerukan pembebasannya. Salah seorang di antaranya Senator Thom Tillis dari faksi Republik.

"Di negara kita ada keyakinan bahwa kita lebih suka membiarkan seratus orang bersalah tidak didakwa dibanding membiarkan satu orang tidak bersalah dipenjara. Didasarkan pada jumlah orang yang kini dipenjara di Turki, sepertinya ini justru bertolakbelakang," ujar Tillis.

Presiden AS Donald Trump juga telah menyerukan pembebasan Brunson, dan Turki semakin menghadapi tudingan telah melakukan "diplomasi penyanderaan."

Pakar politik di Center for American Progress Michael Werz mengatakan, "Jadi sepertinya hubungan itu murni transaksional dan Turki memiliki maksud untuk memaksakan perolehan konsesi dari Amerika dan negara-negara tetangganya di Eropa. Ini tidak baik untuk masa depandan jika sikap itu berlanjut, hal itu akan merugikan keamanan nasinal dan perekonomian Turki, dan juga terhadap posisi Turki di kawasan dan dunia yang lebih luas."

Turki telah mengecam AS karena menghukum seorang bankir Turki di New York yang dinilai berperan membantu Iran mengelak sanksi-sanksi Amerika, dengan mengatakan tidak ada satu negara pun berhak menghakimi atau menghukum Turki. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x