Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 21:41 WIB

Demo Anti Pemerintah Meledak di Iran Selatan

Oleh : Didi prambadi | Jumat, 18 Mei 2018 | 14:05 WIB

Berita Terkait

Demo Anti Pemerintah Meledak di Iran Selatan
Demonstrasi di Iran - (Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Teheran--Aksi protes melanda Kota Kazeroon, 900 kilometer Selatan Teheran, Iran, Kamis (17/5).

Deutsche Welle mengabarkan, menurut kantor berita Fars, seorang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Sedangkan organisasi HAM di Iran menyebutkan tiga orang tewas dan belasan terluka dalam aksi yang memprotes berbagai masalah yang terjadi di Iran dewasa ini.

Penduduk Kazeroon menggelar aksi demo di beberapa kawasan, untuk memprotes keputusan pemerintah setempat membagi kawasan Kota Kazeroon menjadi distrik, dan menggabungkan kawasan lain menjadi satu. Keputusan Pemda Kazeroon itu dinilai menyulitkan penduduk karena harus menghadapi prosedur penggantian kartu tanda penduduk.

Aksi protes di Kazeroon meletup, bersamaan dengan sejumlah protes yang melanda sejumlah kota lainnya. Warga Iran itu memprotes tindakan Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani dan media massa, yang terlalu peduli dengan nasib rakyat Palestina. Sementara, kehidupan warga Iran yang diterpa krisis ekonomi dan tingginya harga bahan pangan tidak pernah diperhatikan, atau ditulis media corong pemerintah.

Video aksi unjuk rasa disebar secara luas lewat media sosial. Bahkan banyak di antara warga Iran yang mengutarakan pendapatnya lewat Twitter. Seorang pengguna Twitter bernama Eli menuliskan: "Bukan Gaza! Bukan Lebanon! Saya mengorbankan hidupku untuk Iran!. Hari ini kami akan turun ke jalan mendukung warga Kazeroon!" tulisnya.

Bahkan banyak di antaranya berani melecehkan pemimpinnya, seperti yang ditulis Darya Jam: Satu-satunya jalan dari skandal ini apabila Presiden Rouhani bunuh diri saja! tulisnya.

Media corong Pemerintah Teheran mengungkapkan, aksi demo itu digerakkan lewat aplikasi Telegram yang baru saja diberangus di Iran. 40 juta pengguna dari Iran marah dan membalas penghentian Telegram dengan cara turun ke jalan. Para pengunjuk rasa tidak hanya terdiri dari para intelektual, melainkan juga dilancarkan oleh kaum petani, guru, para penganggur, kaum muda dan wanita. Mereka semakin berani turun ke jalan tanpa mempedulikan ancaman penangkapan oleh pemerintah Iran.

Berbagai masalah menyulut warga Iran yang kesal dengan kebijaksanaan Pemerintah Teheran yang dinilai tidak memperhatikan nasib rakyat banyak. Angka pengangguran yang membubung tinggi, inflasi, krisis mata uang Iran, Riyal, lalu tingginya angka kemiskinan serta jurang kaya miskin yang makin melebar. Dan yang tak kalah pentingnya, maraknya korupsi di kalangan pejabat tinggi Iran.

Bahkan, niat Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari Kesepakatan Nuklir dengan Iran membuat warga Iran was-was, urat nadi perekonomian Iran bakal tersendat. [lat]

Komentar

Embed Widget
x