Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 03:52 WIB

Tiap Hari 60 Bayi Rohingya Lahir di Pengungsian

Oleh : Didi prambadi | Jumat, 18 Mei 2018 | 12:56 WIB

Berita Terkait

Tiap Hari 60 Bayi Rohingya Lahir di Pengungsian
Bayi Rohingya di kamp pengungsi - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, New York--Sebanyak 60 bayi lahir setiap hari di kamp pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar dan Bangladesh.

Majalah TIME mengabarkan Kamis (17/5), angka itu didapat dari UNICEF, Dana Bantuan Anak-anak PBB. Sedangkan jumlah bayi yang lahir sejak aksi kekerasan dan penghapusan etnis Rohingya berlangsung Agustus tahun lalu, mencapai 16 ribu jiwa.

"Sekitar 60 bayi yang lahir setiap hari, mengalami kondisi memprihatinkan. Jauh dari rumah dan dirawat oleh ibu mereka yang menderita trauma, akibat kekerasan," kata Edouard Beigbeder, wakil UNICEF di Bangladesh.

Data UNICEF menunjukkan bahwa mayoritas bayi Rohingya itu lahir dari hasil pemerkosaan yang dilakukan oleh para tentara Myanmar terhadap kaum wanita Rohingya. Mereka yang tinggal di kamp pengungsi di Cox Bazar, di kawasan Bangladesh Tenggara, mengalami stigma dan kebanyakan tidak menerima pelayanan medis yang memadai.

Sementara itu, hanya satu dari lima bayi di kamp pengungsi sejak September 2017, yang lahir dengan bantuan medis.

"Artinya, hanya 3 ribu dari 16 ribu bayi yang lahir dengan bantuan dokter," bunyi data UNICEF. Badan PBB ini melakukan pendaftaran para bayi Rohingya dengan mengerahkan 250 relawan komunitas setempat untuk memastikan para ibu-ibu muda mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Memang tidak mungkin mengetahui secara pasti berapa jumlah bayi yang lahir akibat perkosaan dan kekerasan seksual," kata Edouard Beigbeder. "Tapi yang terpenting, setiap bayi yang baru lahir atau ibu yang hendak melahirkan menerima bantuan dan pelayanan kesehatan," sambung wakil UNICEF di Bangladesh itu.

Sekitar 639 ribu warga Rohingya menyeberang perbatasan Bangladesh sejak militer Myanmar melakukan aksi pembersihan etnis sejak Agustus 2017 lalu. Menurut UNICEF, sejak April lalu tercatat 905 ribu pengungsi Rohingya yang sebelumnya melarikan diri dari Myanmar. [lat]

Komentar

Embed Widget
x