Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Mei 2018 | 17:14 WIB
 

Jenderal Garda Revolusi Iran Muncul di Baghdad

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 17 Mei 2018 | 13:08 WIB
Jenderal Garda Revolusi Iran Muncul di Baghdad
Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Garda Revolusi Iran

INILAHCOM, Teheran--Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Garda Revolusi Iran dikabarkan berada di Baghdad Irak, untuk bertemu dengan sejumlah pemimpin Syiah, Rabu (16/5).

Kantor berita AFP mengabarkan, pertemuan itu dimaksudkan untuk mengganjal pengaruh Muqtada al-Sadr, ulama Syiah pendukung utama aliansi baru yang baru memenangkan mayoritas suara dalam pemilu Irak.

Sumber-sumber yang dipercaya menyebutkan, Jenderal Soleimani akan mendorong koalisi lebih besar yang terdiri dari mantan PM Nouri al-Maliki dan PM Haidar al-Abadi, keduanya dari Partai Daawa. Kedua koalisi itu, untuk memperkuat koalisi kaum Syiah terbesar di Irak. Mereka terdiri dari Hadi Ameri, pemimpin milisi Badar dan Ammar al-Hakim, juga para pemimpin Kurdi Irak yang loyal terhadap Iran.

Dengan kata lain, seluruh kontestan yang tampil dalam Pemilu Irak kemarin dipersatukan untuk melawan kelompok Muqtada al-Sadr yang dipastikan akan merebut mayoritas suara di parlemen. Muqtada al-Sadr dikenal sebagai ulama Syiah yang nasionalis dan anti-Iran.

Selain itu, Muqtada yang baru berusia 44 tahun itu, adalah ulama paling disegani. Selama beberapa bulan tahun 2017 lalu, Muqtada al-Sadr mengumpulkan umatnya menentang AS dengan melakukan protes di gerbang zona hijau Baghdad, kawasan pusat pemerintahan Irak. Muqtada al-Sadr yang posisinya berada di belakang layar, diperkirakan akan menggandeng kelompok sekuler dan komunis, untuk meraih suara mayoritas di parlemen Irak.

Bila hal itu yang terjadi, maka panggung politik Irak bakal semakin seru. Aliansi yang dibentuk Muqtada al-Sadr, yang diam-diam akan didukung oleh Arab Saudi, akan berhadapan dengan aliansi tiga mantan pemimpin Irak yang didukung Iran.

Yang belum jelas, posisi AS yang kini masih menunggu di luar panggung. Maklum, pemerintahan baru Irak kini berada di genggaman Jenderal Qaseem Soleimani. Sebaliknya di mata Muqtada al-Sadr, AS tetap dianggap seteru utama. [lat]

Komentar

 
Embed Widget

x