Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 17:24 WIB
 

AS Resmi Pindahkan Kedutaan Besar ke Yerusalem

Oleh : - | Selasa, 15 Mei 2018 | 06:28 WIB
AS Resmi Pindahkan Kedutaan Besar ke Yerusalem
Peresmian Kedubes AS di Yerusalem - (Foto: VoaNews)

INILAHCOM, Yerusalem--Amerika Serikat (AS) resmi memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem hari Senin (14/5) waktu setempat, sementara sedikitnya 52 orang Palestina tewas dan ratusan orang luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di perbatasan Gaza dengan negara Yahudi itu.

Kurang dari 100 kilometer jauhnya dari protes dengan kekerasan itu, para pejabat AS dan Israel berkumpul di Yerusalem semendara gedung kedutaan dibuka. Demikian VOA, Selasa (15/5).

Presiden AS Donald Trump mengabaikan tanggapan banyak negara di seluruh dunia Desember lalu yang menggagalkan kebijakan Amerika yang sudah lama untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv, di mana sebagian besar negara masih mempunyai kedutaan di Israel.

Menantu Trump, Jared Kushner, seorang penasihat Gedung Putih turut dalam delegasi AS di upacara itu. "Sekalipun presiden-presiden Amerika sebelum Trump tidak memenuhi janji mereka untuk memindahkan kedutaan Amerika setelah memegang jabatan, presiden ini menepati janjinya. Karena kalau Presiden Trump memberi janji, ia tepati," kata Kushner.

Dalam pidatonya melalui video jarak jauh, Trump menyebut pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem "sudah lama diusahakan--Yerusalem adalah ibu kota Israel."

Pemimpin AS itu juga mengatakan bahwa AS "tetap mendukung persetujuan perdamaian abadi antara Israel dan Palestina".

Para pemimpin Arab mengutuk tindakan AS itu, dan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyebutnya "provokatif", sementara Menteri Luar Negeri Iran menyebutnya sebagai "hari yang sangat memalukan."

Protes menentang pembukaan kedutaan itu berkobar di Gaza. Ribuan demonstran berkumpul dan para pejabat kesehatan Gaza mengatakan paling sedikit 500 orang cedera, termasuk puluhan oleh tembakan senjata api. Jumlah orang Palestina yang tewas oleh pasukan Israel dalam 6 pekan berlangsungnya protes telah mencapai lebih dari 60 orang.

Para pengkritik telah menyalahkan pasukan Israel karena menggunakan peluru tajam, sementara Israel mengatakan tindakannya diperlukan untuk keamanan karena demonstran mengancam pagar perbatasan. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget

x