Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 07:14 WIB

Jika Program Denuklirisasi Berjalan

AS akan Bantu Membangun Ekonomi Korea Utara

Minggu, 13 Mei 2018 | 06:39 WIB

Berita Terkait

AS akan Bantu Membangun Ekonomi Korea Utara
Menlu AS Mike Pompeo bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Korea Utara. - (Foto: Dailymail)

INILAHCOM, Washington--AS akan membantu membangun kembali ekonomi Korea Utara jika negara itu setuju menyerahkan senjata nuklirnya, kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

AS akan "siap untuk bekerja dengan Korea Utara untuk mencapai kemakmuran yang setara dengan teman Korea Selatan kami," katanya.

Pompeo, yang baru saja kembali dari Pyongyang, mengatakan dia telah melakukan perundingan yang "baik" dengaan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Kim dan Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu di Singapura pada 12 Juni mendatang.

Kedua pemimpin itu, yang sebelumnya saling bertukar cercaan dan ancaman, membuat pengumuman itu setelah pertemuan penting antara Korea Utara dan Korea Selatan pada April lalu.

"Jika Kim memilih jalan yang benar, ada masa depan yang penuh dengan perdamaian dan kemakmuran bagi rakyat Korea Utara," katanya setelah bertemu Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha di Washington pada Jumat.

Pompeo mendesak Pyongyang untuk mengambil "tindakan berani untuk melakukan denuklirisasi dengan cepat".

Namun dia menekankan bahwa itu akan membutuhkan program "verifikasi kuat" oleh AS dan negara-negara lain.

Selama kunjungannya yang mengejutkan ke Korea Utara minggu ini, Pyongyang membebaskan tiga tahanan AS.

Bagaimana ekonomi Korea Utara dan Selatan? Kehidupan sehari-hari di kedua negara sangat berbeda.

Setelah berakhirnya perang Korea pada tahun 1953, Korea Selatan, sekutu Amerika Serikat, memeluk filsafat kapitalis. Negara itu telah berkembang menjadi salah satu negara Asia yang paling makmur.

Dorongan industri yang disponsori oleh pemerintah pada tahun 1960-an menciptakan perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung dan Hyundai.

Korea Selatan adalah salah satu dari 20 ekonomi teratas dunia, dengan PDB sebesar US$1,4 triliun (Rp20,000 triliun).

Sebaliknya, PDB Korea Utara kurang dari $20 miliar, menempatkannya di luar 100 ekonomi teratas.

Korut memiliki sistem komunis, tetapi kapitalisme merayap ke dalam negeri.

Ada hal-hal yang bisa dibeli - tetapi hanya untuk beberapa orang, yang punya uang. Mayoritas orang di Korea Utara hidup dalam kemiskinan.

Kim Jong-un telah menegaskan bahwa pembangunan adalah prioritas. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x