Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 03:17 WIB

Hakim Filipina Penentang Presiden Duterte Dicopot

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 12 Mei 2018 | 10:39 WIB

Berita Terkait

Hakim Filipina Penentang Presiden Duterte Dicopot
Presiden Rodrigo Duterte - (Foto: scmp)

INILAHCOM, Manila--Mahkamah Agung Filipina memberhentikan Hakim Agung Maria Lourdes Sereno yang dikenal sebagai pengkritik Presiden Rodrigo Duterte.

The New York Times mengabarkan Jumat (11/5), ribuan warga Filipina berkumpul di jalan raya Manila memprotes pemberhentian Sereno. Meski pemberhentian itu berdasar voting 6 dari 8 hakim agung Filipina, namun banyak yang menuduh Presiden Duterte berada di balik pencopotan Sereno.

"Ini merupakan hari yang gelap bagi penegakan hukum di Filipina," kata Senator Risa Hontiveros.

Pendukung Sereno itu menilai independensi dan integritas pengadilan telah dikorbankan dengan dicopotnya Sereno. Sedangkan Gio Tingson, jurubicara kelompok kiri Akbayan menilai,"Degup jantung demokrasi di Filipina kini menuju ke kematian."

Pemberhentian Maria Lourdes Sereno tak lepas dari upayanya yang selalu mempertanyakan legalitas Presiden Duterte memerangi narkoba dengan membunuh para pelakunya. Sereno yang dilantik menjadi Hakim Agung oleh Presiden Benigno S. Aquino III pada 2012 itu, juga seringkali menanyakan 150 nama dalam daftar hitam Duterte.

Dalam daftar itu terdapat pejabat kepolisian, militer dan hakim. Tiga walikota Filipina terbunuh dalam operasi pemberantasan narkoba. Maria Lourdes Sereno juga meminta hakim yang dituduh menjadi pengedar narkoba tidak menyerahkan diri. Ternyata hakim yang tak disebut namanya itu telah didor sejak lama.

Perseteruan keduanya mencapai puncaknya setelah Sereno menolak deklarasi militer yang ditetapkan Presiden Duterte di Filipina Selatan tahun lalu. Deklarasi itu dimaksudkan Duterte untuk membasmi kelompok Negara Islam. Sereno juga menentang keras upaya Presiden Duterte yang mengizinkan jasad Presiden Ferdinand Marcos dimakamkan di taman pahlawan.

Bulan lalu, Duterte tak tahan lagi. Pemimpin Filipina itu menyebut Sereno sebagai musuhku dan meminta Kongres Filipina untuk mengusulkan pemberhentian Sereno di Mahkamah Agung.

"Saya sekarang menjadi musuhmu dan kamu harus keluar dari Mahkamah Agung," kata Duterte. "Saya tidak ragu melakukan apa saja demi kepentingan negara. Jika harus mencopotmu secara paksa, saya akan lakukan itu," sambung Duterte geram. [lat]

Komentar

Embed Widget
x