Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Mei 2018 | 16:17 WIB
 

Najib Rajak Kalah Pemilu Malaysia

Pembunuhan Wanita Mongolia Bakal Terungkap

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 12 Mei 2018 | 09:45 WIB
Pembunuhan Wanita Mongolia Bakal Terungkap
Altantuya Shaariibbuu - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Sydney--Terpuruknya Najib Razak dalam Pemilu Malaysia bakal menguak kasus pembunuhan Altantuya Shaariibbuu, wanita Mongolia yang terjadi tahun 2006 lalu.

The Guardian mengabarkan Jumat (11/5), Sirul Azhar Umar, tersangka pembunuhnya yang melarikan diri dan kini ditahan di Penjara Villawood, Australia, diperkirakan akan buka mulut. Apalagi, Pemerintah Australia mengancam Sirul agar berterus terang, bila ingin tetap tinggal di Australia dan tidak dikembalikan ke Malaysia menghadapi pengadilan kasus yang menghebohkan panggung politik Malaysia di bawah pemerintahan PM Najib Razak.

Syahdan, Altantuya Shaaribbuu, pacar gelap Razak Baginda, penasehat dan tangan kanan Najib Razak, terbunuh di Kuala Lumpur. Altantuya diculik dari depan rumah Baginda, lalu dibawa ke pinggir kota, lantas diberondong dengan senjata mesin. Bahkan, tubuh wanita Mongolia itu hancur tak dikenali akibat dipasangi bahan peledak militer.

Pembunuhan itu dilakukan Sirul bersama dua rekan lainnya, atas perintah Baginda. Penasehat dekat Najib Razak ini merasa terganggu dengan tuntutan Altantuya sebesar US$500 ribu, hasil komisi pembelian kapal selam dari Prancis. Kasus itu tak terungkap, konon karena campur tangan pihak kepolisian dengan pejabat tinggi UMNO dan Najib Razak, pemimpin Malaysia yang melindungi Razak Baginda. Tahun 2014 lalu, Sirul kabur ke Australia, sebelum akhirnya ditangkap atas perintah Interpol dan dijebloskan ke penjara Villawood, Sydney, Australia.

Dua pekan lalu, menurut The Guardian, Sirul kedatangan tamu istimewa dari Kuala Lumpur. Tamu itu tak lain adalah Datuk Khairul Anwar Rahmat. Mantan Pemimpin Pemuda UMNO ini konon meminta Sirul Azhar Umar agar tetap tutup mulut dan tak membongkar kasus pembunuhan itu. Namun upaya itu tampaknya menemui jalan buntu, setelah bos besarnya, Najib Razak dikalahkan Mahathir Mohamad. [lat]

Komentar

 
Embed Widget

x