Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 17:38 WIB
 

Parlemen Pakistan Loloskan UU Transgender

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 10 Mei 2018 | 10:50 WIB
Parlemen Pakistan Loloskan UU Transgender
Sidang parlemen Pakistan - (Foto: dawn)

INILAHCOM, Islamabad--Parlemen Pakistan meloloskan UU yang menjamin hak-hak warga transgender dan menerapkan larangan bagi pengusaha yang tidak bersedia menerima karyawan transgender.

Al Jazeera mengabarkan Rabu (9/5), UU baru yang disebut sebagai 'Akta Perlindungan atas Hak-hak Warga Transgender' berisi sejumlah peraturan baru. Di antaranya, menjamin setiap warga Pakistan untuk menyebut diri sebagai lelaki, perempuan atau transgender. Warga yang memiliki gender ganda itu harus didaftarkan di setiap dokumen pemerintah, termasuk Kartu Identitas Nasional, paspor, dan Surat Izin Mengemudi serta sertifikat tanda kelulusan.

Lahirnya UU Transgender di Negara Islam Pakistan, membuat banyak pihak terkejut. Apalagi, UU baru itu memberi jaminan warganya untuk menentukan jenis kelamin masing-masing. "Bukan jenis kelamin yang dibawa sejak lahir," tulis Al Jazeera.

Tentu saja hal ini disambut hangat oleh para aktivis transgender.

"Saya kira hal ini tidak pernah terwujud selama hidupku. Tapi saya beruntung menyaksikan parlemen Pakistan meloloskan UU itu," tutur Bindiya Rana, aktivis transgender Pakistan.

"Perjuangan kami bukan untuk warga transgender yang kini telah berusia 40 atau 50 tahun. Perjuangan kami untuk generasi transgender Pakistan di masa datang," sambung Bindiya Rana.

Meski belum ada data resmi jumlah warga transgender di Pakistan, kelompok advokasi Trans Action memperkirakan sedikitnya ada 500 ribu warga Transgender di antara 207 juta penduduk Pakistan.

Sensus nasional Pakistan tahn 2017 menunjukkan kelompok berkelamin ganda itu berjumlah 10.418 jiwa. Mereka menjadi kelompok lemah, sehingga terpaksa menjadi peminta-minta di jalanan atau menjadi pekerja seks dan penari, agar bisa bertahan hidup. [lat]

Komentar

Embed Widget

x