Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 00:04 WIB

Pemilu Malaysia

Untuk Sementara Mahathir Ungguli PM Nazib Razak

Oleh : - | Kamis, 10 Mei 2018 | 01:05 WIB
Untuk Sementara Mahathir Ungguli PM Nazib Razak
Mahathir Mohamad dan PM Nazib Razak - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kuala Lumpur--Hasil awal penghitungan suara dalam pemilihan umum Malaysia menunjukkan gabungan oposisi Pakatan Harapan pimpinan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk sementara unggul melawan koalisi Barisan Nasional pimpinan PM Najib Razak.

Penghitungan yang dilakukan oleh situs berita propemerintah, Star, menunjukkan Pakatan Harapan sejauh ini mendapat 40 kursi parlemen nasional dan Barisan Nasional mendapat 34 kursi.

Pakatan Harapan juga unggul berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh situs berita independen Malaysiakini. Kubu oposisi terdiri dari Partai Bersatu pimpinan Mahathir Mohamad dan Partai Keadilan Rakyat yang secara de-facto pernah dipimpin oleh mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dan Partai Amanah.

Partai Islam Se-Malaysia (PAS) yang sebelumnya bergabung dengan kubu oposisi, sudah memilih keluar dan bertarung sendiri dalam pemilihan kali ini.

Berdasarkan penghitungan Malaysiakini, Pakatan Harapan mendapat 87 kursi dan Barisan Nasional 63 kursi parlemen nasional.

Adapun hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia menunjukkan Barisan Nasional sejauh ini merebut 35 kursi, sedangkan Pakatan Harapan 40 kursi.

KPU Malaysia mengatakan belum dapat memberikan pernyataan sampai semua hasil penghitungan suara disahkan.

"Saya harap rakyat bersabar... Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat informasi dari seluruh negeri," jelas Ketua KPU Malaysia Mohd Hashim Abdullah kepada para wartawan.

Untuk memenangkan pemilihan umum, partai atau koalisi harus setidaknya mendapatkan 112 kursi parlemen dari total 222 kursi parlemen nasional.

"Kami yakin bahwa berdasarkan penghitungan resmi kami, mereka tertinggal. Kemungkinan mereka tidak akan membentuk pemerintahan," kata Mahathir kepada para wartawan, Rabu (09/05) malam.

Dikatakan oleh Mahathir bahwa berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan Pakatan Harapan, koalisi oposisi itu seharusnya sudah dapat membentuk pemerintahan, tetapi Komisi Pemilihan menolak meneken formulir pengesahannya sebagai syarat pengumuman hasil penghitungan resmi.

Selain memilih anggota parlemen nasional, pemilihan umum Malaysia juga menentukan wakil-wakil rakyat di tingkat negara bagian. Partai atau gabungan partai yang menang untuk pemilihan negara bagian maka ia akan memerintah negara bagian tersebut.

Najib Razak menghadapi berbagai masalah, termasuk dugaan korupsi, keluhan warga atas kenaikan biaya hidup dan ketegangan antaretnik. Koalisi Barisan Nasional memerintah sejak tahun 1957 dan belum pernah kalah sejauh ini.

Pencoblosan pada umumnya berjalan lancar meskipun muncul laporan-laporan tentang dugaan terjadinya penyimpangan.[bbc/lat]

Komentar

Embed Widget

x