Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 00:02 WIB

Pemilu Malaysia Hari Ini: Nazib atau Mahathir?

Oleh : - | Rabu, 9 Mei 2018 | 11:46 WIB
Pemilu Malaysia Hari Ini: Nazib atau Mahathir?
PM Najib Razak dan Mahathir Mohamad. - (Foto: gettyimages)

INILAHCOM, Kuala Lumpur--Jutaan warga Malaysia memenuhi bilik-bilik suara dalam Pemilu yang menghadapkan PM Najib Razak dengan mantan pembimbingnya yang berusia 92 tahun, mantan PM Mahathir Mohamad.

Keunikannya adalah, Mahathir Mohamad kali ini berada di barisan oposisi Pakatan Harapan menantang koalisi berkuasa, Barisan Nasional (BN) yang dipimpin PM Najib Razak.

Apabila Mahatir berhasil, kemenangan oposisi seperti ini merupakan hal tak terbayangkan di Malaysia, yang dalam sejarahnya selama 61 tahun, selalu dikuasai Barisan Nasional.

Masalahnya, para pengamat mencemaskan bahwa Pemilu ini tak akan berlangsung adil dan jujur -sebagaimana tudingan saat Mahathir berkuasa juga.

Politik Malaysia sejak kemerdekaan, didominasi oleh koalisi BN dengan partai utamanya, United Malays National Organisation (UMNO: Organisasi Melayu Bersatu Nasional).

Namun koalisi yang dulu sangat kuat itu memudar popularitasnya oleh berbagai skandal.

Pada Pemilu terakhir, 2013, kelompok oposisi mendapatkan perolehan suara bersejarah, dengan memenangkan suara populer terbanyak, namun tak memenangkan kursi yang cukup untuk memerintah.

Segera sesudah itu, pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dijatuhi hukuman penjara lima tahun untuk dakwaan sodomi yang dia tolak dan dituduhnya sebagai langkah kampanye politik hitam.

Mahathir, perdana menteri terlama dalam sejarah negeri itu, sebelumnya adalah sosok tak terpisahkan dari BN, dan mentor Najib. Namun ia meninggalkan UMNO tahun 2016, dan kini memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan.

Saat meninggalkan UMNO, ia mengatakan merasa 'malu' dikaitkan dengan partai yang 'tampak mendukung korupsi.'

Adapun PM Najib Razak didera berbagai tuduhan korupsi, antara lain penyalahgunaan dana $700 juta (sekitar Rp10 triliun) dari 1MDB, sebuah lembaga investasi negara.

Ia gigih menyangkal segala tuduhan, dan dinyatakan tidak bersalah oleh otoritas Malaysia.

Namun dana itu masih terus diselidiki oleh berbagai negara, dan PM Najib dituduh menghalangi proses penyelidikan di Malaysia dengan mengganti para pejabat penting terkait.

Pemerintah belum lama ini menetapkan praturan Pemilu, yang dituduh merupakan upaya mengatur agar setiap daerah pemilihan didominasi kalangan Melayu Muslim, yang secara tradisional merupakan pendukung BN.

Beberapa hari menjelang pencoblosan, kelompok pro reformasi Pemilu, Bersih 2.0 menuduh KPU Malaysia melakukan sejumlah 'pidana elektoral,' antara lain kecurangan dalam kertas suara lewat pos dan tidak menghapus orang yang sudah meninggal dari daftar pemilih.

Pemerintah juga menetapkan UU tentang hoaks dan kabar palsu, yang menurut oposisi bisa digunakan untuk membungkam suara kritis.

Bahkan Mahatir Mohamad pun disidik dengan UU itu setelah menuduh bahwa pesawat yang ditumpanginya telah disabotase.

Pemerintah berkeras, bahwa Pemilu akan berlangsung adil dan jujur. PM Najib menegaskan bahwa KPU Malaysia bertindak 'untuk kebaikan semua pihak.'

Pemilu ini akan memilih 222 angota parlemen nasional dan anggota dewan di 12 dari 13 negara bagian.

Dalam Pemilu Malaysia, partai yang mendapatkan kursi paling banyak di parlemen ditetapkan sebagai pemenang Pemilu, kendati tidak memenangkan suara populer - jumlah suara pemilih sebenarnya. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget

x