Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Mei 2018 | 16:10 WIB
 

Skandal Rusia di Pilpres AS

Trump Mungkin Beri Kesaksian di Pengadilan

Oleh : - | Kamis, 3 Mei 2018 | 10:36 WIB
Trump Mungkin Beri Kesaksian di Pengadilan
Presiden Donald Trump dan Penyelidik Khusus Robert Mueller - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Washington--Penyelidik khusus yang memimpin penyelidikan Rusia atas tuduhan terlibat dalam Pilpres AS 2016 mengemukakan kemungkinan menerbitkan sebuah sub-poena (surat perintah) dari dewan juri untuk Presiden Donald Trump. Ini memberi konfirmasi bahwa penyelidik mengupayakan presiden untuk memberi kesaksian di bawah sumpah.

Pengacara tim penyelidik itu, John Dowd mengatakan kepada Associated Pres bahwa tim penyelidik khusus Robert Mueller mulai membicarakan hal itu saat mengadakan pertemuan dengan tim hukum Trump ketika mereka sedang merundingkan syarat-syarat bagi sebuah wawancara dengan presiden. Demikian VOA, Kamis (3/5).

Tidak jelas dalam konteks apa kemungkinan penerbitan surat perintah itu muncul atau seberapa seriusnya penuntut-penuntut dari tim Mueller mempertimbangkan langkah itu.

Mueller sedang menyelidiki tidak hanya campur tangan Rusia ke dalam pemilihan, dan kemungkinan adanya koordinasi dengan pembantu-pembantu Trump, tetapi juga kemungkinan penghambatan pelaksanaan hukum oleh Presiden Trump.

Trump mengecam penyelidikan ini, Rabu (2/5), dan mengirim cuitan di Twitter yang bunyinya: "Tidak ada kolusi, itu hoaks, dan tidak ada penghambatan hukum, itu direkayasa dan merupakan perangkap."

Seandainya tim Mueller memutuskan untuk memerintahkan Trump menghadap sebagai bagian dari penyelidikan itu, dia masih bisa menolaknya di peradilan atau menolak menjawab pertanyaan berdasarkan perlindungan Amandemen ke 5, konstitusi AS. [voa/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x