Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 13:47 WIB

Demi Nonton Bola, Wanita Iran Nyamar Jadi Lelaki

Rabu, 2 Mei 2018 | 10:59 WIB

Berita Terkait

Demi Nonton Bola, Wanita Iran Nyamar Jadi Lelaki
(Foto: dareeza/Screengrab)

INILAHCOM, Teheran--Sejumlah perempuan Iran menjadi sorotan setelah mengungkapkan pengalaman mereka berhasil masuk ke stadion untuk menonton pertandingan sepak bola.

Dengan menggunakan janggut dan rambut palsu, mereka menyamar sebagai pria sehingga mereka dapat lolos masuk ke dalam stadion Azadi di Teheran.

Para perempuan ini tampil layaknya suporter, yaitu membawa atribut bendera, saat klub kesayangannya, Persepolis, melawan saingannya, Sepidrood, Jumat pekan lalu.

Foto-foto mereka di dalam stadion telah banyak dibagikan di media sosial berbahasa Persia maupun bahasa Inggris.

Walaupun tidak ada larangan resmi terhadap perempuan ke stadion untuk menonton acara olahraga di Iran, jarang sekali yang melakukannya, karena sering kali ditolak.

Sebelum Revolusi Islam 1979, kaum perempuan di Iran diizinkan untuk menonton acara-acara olahraga.

Pada 2014 lalu, seorang aktivis warga Inggris keturunan Iran, Ghoncheh Ghavami, sempat ditahan karena mencoba menonton laga voli pria di Iran.

Pada Maret 2018, 35 orang perempuan ditahan karena berusaha masuk ke dalam stasion untuk menonton pertandingan sepak bola.

Sebelumnya ada sejumlah perempuan Iran yang ditahan gara-gara berusaha datang ke stadion untuk menyaksikan laga olah raga.

Februari lalu, seorang perempuan diizinkan menonton pertandingan basket di Teheran, tetapi mereka harus duduk di tempat terpisah dari penonton pria.

Salah-seorang perempuan Iran yang menyamar sebagai pria mengaku sudah tiga kali berhasil masuk ke dalam stadion.

Dalam wawancara dengan surat kabar berhaluan moderat di Iran, dia menjelaskan bahwa setiap kali menyelinap ke stadion, dia menyamar dengan tata rias wajah yang berbeda.

"Saya mencari di Google tentang aneka cara merias wajah dan terus mempelajari cara-cara baru dan menerapkannya saat pergi ke stadion," ujarnya.

Dia mengaku tertangkap basah oleh penjaga di pintu masuk stadion hanya sekali.

Perempuan ini mendorong agar perempuan lainnya untuk saling kontak dan menawarkan untuk melatih mereka dalam teknik menyamar.

Ditanya apakah dia tidak takut jika ditahan, dia menjawab, "Mengapa saya harus takut? Kami para perempuan tidak melakukan kejahatan apa pun dengan pergi ke stadion."

Dia melanjutkan, "Hukum di Iran tidak mendefinisikan kehadiran perempuan di stadion sebagai kejahatan."

"Tentu saja, mereka telah menahan sejumlah perempuan dan mereka diharuskan membuat surat pernyataan untuk tidak kembali ke stadion."

Foto-foto mereka di stadion, awalnya, dibagikan secara terbatas di media sosial milik sesama kaum perempuan. Dan, sebagian besar tanggapan yang mereka terima sangatlah menggembirakan.

"Hebat kalian! Itu membutuhkan keberanian," tulis seorang komentar.

Tetapi tidak semua senang. "Mengapa kamu tidak pergi dan menonton pertandingan olah raga perempuan? Kenapa kamu harus pergi ke stadion pria?" tanya yang lain.

Salah seorang perempuan yang berhasil masuk ke stadion kemudian ditanya oleh wartawan surat kabar olah raga Khabar Varzeshi tentang caranya menghindari penjaga di pintu masuk stadion.

Dia berujar, "Kami melewati gerbang pertama dan kedua secara bersama-sama, dan tidak ada yang tahu. Tapi begitu kami duduk di tribun, semua orang baru menyadarinya."

"Mereka mengajak foto bersama, memuji dan kemudian meninggalkan kami. Dan yang menarik, setelah tahu kami perempuan, mereka tidak meneriakkan kata-kata kasar sepanjang laga."

Dia menambahkan sejumlah pria kemudian menemani mereka untuk memastikan mereka baik-baik saja.

Ketika ditanya apakah tindakan mereka itu sepadan dengan resikonya, dia menjawab, "Tentu saja, mengapa tidak? Target kami, dapat terus menonton sepak bola di stadion sampai mereka mengizinkan semua perempuan bisa masuk stadion. Kami melakukan ini untuk mengatakan kepada pihak berwenang bahwa jika mereka tidak membiarkan kami masuk, kami akan tetap pergi, dengan atau tanpa jenggot." [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x