Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 05:44 WIB

Mungkinkah RI Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Kim?

Rabu, 2 Mei 2018 | 08:24 WIB

Berita Terkait

Mungkinkah RI Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Kim?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta--Jika tidak ada aral melintang, Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan melakukan pertemuan pada Mei ini, menyusul pertemuan "pendahuluan" Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in Jumat (28/4) pekan lalu.

Rencana pertemuan itu sendiri sudah dibangun dalam kunjungan rahasia Direktur CIA Mike Pompeo (saat ini Menteri Luar Negeri AS) menemui Kim di Pyongyang, ibu kota Korea Utara.

Menjadi pertanyaan banyak orang, di manakah lokasi pertemuan bersejarah itu akan digelar? Dalam cuitan di Tweeternya Senin (30/4), Trump mengatakan bahwa "banyak" lokasi yang sedang dipertimbangkan. Di antaranya adalah Ulan Bator, ibu kota Mongolia, dan Singapura.

Namun, Trump mengatakan "Peace House/Freedom House" di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara lebih representatif, penting dan abadi dibandingkan di negara ketiga.

Lokasi yang disebut Trump itu merupakan zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Di sinilah kedua pemimpin Korea bertemu pada Jumat pekan lalu.

Sebelumnya Trump mengatakan sedang mempertimbangkan lima lokasi sebagai tempat pertemuannya, di antaranya adalah Ulan Bator, ibu kota Mongolia, dan Singapura. Tetapi Jumat lalu ia mengatakan pilihan itu telah dikerucutkan menjadi dua lokasi saja, meskipun tidak merincinya lebih lanjut.

Terlepas dari cuitan Trump, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah menawarkan Indonesia bisa dipakai sebagai tuan rumah pertemuan tersebut.

"Kami menawarkan, apabila ada rencana pertemuan antara pemimpin Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump, bisa dilaksanakan di Indonesia. Kami tawarkan itu," ujar Jokowi ketika menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Korea untuk Indonesia Kim Chang-beom, dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Demokratik Korea untuk Indonesia Ang Kwang II, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (30/4).

Hanya saja, pertemuan di Wisma Perdamaian (zona demiliterisasi) merupakan opsi yang paling memungkinkan bagi Kim Jong-un, yang jarang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Baru bulan lalu dia melakukan perjalanan ke luar negeri untuk pertamanya kalinya sebagai seorang pemimpin, yaitu bepergian ke Cina dengan menaiki kereta antipeluru yang kecepatan maksimumnya hanya 37 mil per jam.

Dengan menggelar pertemuan di perbatasan, Korea Utara tidak perlu menyewa pesawat, karena sejumlah laporan menyebutkan armada pesawatnya termasuk tua dan tidak akan mampu melakukan penerbangan jauh.

Jika lokasi ini yang dipilih oleh Kim dan Trump, Indonesia tentu harus bersabar. Tapi apapun itu, tawaran yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah pertemuan Trump-Kim banyak dinilai positif.

Pertemuan antara Trump dan Kim merupakan yang pertama sejak pertemuan tingkat tinggi kedua pemimpin lebih dari 60 tahun lalu pasca Perang Korea tahun 1950-1953. [voa/bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x