Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 12:38 WIB

12 Ribu Warga Demo Tuntut Aplikasi Telegram Dibuka

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 1 Mei 2018 | 10:49 WIB

Berita Terkait

12 Ribu Warga Demo Tuntut Aplikasi Telegram Dibuka
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Moskow - Sebanyak 12 ribu warga Rusia turun ke jalan-jalan di Moskow memprotes Pemerintah Rusia agar tidak membekukan aplikasi pesan singkat Telegram, Senin (30/4/2018).

Kantor berita Reuters mengabarkan, puluhan ribu itu menerbangkan pesawat kertas yang menjadi simbol aplikasi Telegram, ciptaan pengusaha Rusia Pavel Durov. "Rezim Putin telah menyatakan perang terhadap internet. Juga menyatakan perang para masyarakat bebas. Karena itu kami di sini memberi dukungan terhadap Telegram," kata seorang demonstran.

Menurut kelompok relawan White Counter, 12 ribu kaum muda dan progresif Rusia ikut ambil bagian dalam aksi protes di Moskow. "Mereka ikut mempertahankan kebebasan berinternet," bunyi pernyataan kelompok White Counter. "Saya ikut bangga dilahirkan di negara yang sama seperti kalian," tulis Pavel Durov dalam pesan singkatnya. "Energi kalian mengubah dunia," sambungnya.

16 April lalu, Rusia membekukan kegiatan Telegram setelah perusahaan milik Pavel Durov tersebut tidak bersedia memenuhi keputusan pengadilan Rusia. Yakni, memberikan akses kepada badan keamanan negara Rusia untuk membaca pesan para pengguna Telegram yang diacak menggunakan kata-kata sandi. Badan Federal Keamanan Rusia, FSB mengungkapkan, mereka butuh mengetahui para pengguna Telegram agar mencegah serangan kelompok militan.

Dalam prosesnya, Roskomnadzor kelompok pendukung Rusia juga memangkas akses ke sejumlah portal dan situs berita lainnya.

Telegram memiliki 200 juta pengguna di seluruh dunia, dan menduduki urutan ke-9 terpopuler di antara aplikasi pesan singkat dunia. Selain Rusia, Pemerintah Iran juga melarang penggunaan aplikasi pengirim pesan. "Hal itu dilakukan untuk melindungi keamanan nasional," bunyi pernyataan Televisi resmi Iran, Senin (30/4/2018).

Komentar

Embed Widget
x