Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 09:33 WIB
 

Depkes AS Kehilangan Jejak 1.474 Anak Migran

Oleh : - | Jumat, 27 April 2018 | 14:02 WIB
Depkes AS Kehilangan Jejak 1.474 Anak Migran
Para migran Amerika Latin - (Foto: The New York Times)

INILAHCOM, Washington--Departemen Kesehatan (Depkes) dan Layanan Kemanusiaan AS kehilangan jejak hampir 1.500 anak migran yang ditempatkan pada keluarga-keluarga di AS, kata seorang pejabat lembaga itu kepada sub- komite Senat.

Laporan yang dikutip dari VOA, Jumat (27/4) mengabarkan, anak-anak itu diurus oleh pemerintah setelah mereka muncul sendirian di perbatasan barat daya AS. Sebagian besar anak berasal dari Honduras, El Salvador dan Guatemala, yang melarikan diri dari kartel narkoba, kekerasan geng dan pelecehan dalam rumah tangga.

Lembaga itu menyadari bahwa 1.475 anak tidak dapat ditemukan setelah menghubungi para sponsor mereka untuk mengetahui keselamatan mereka, kata komisi itu.

Yang menimbulkan kekhawatiran baru adalah anak-anak itu bisa jatuh ke tangan pedagang manusia atau dimanfaatkan sebagai buruh oleh orang-orang yang berpura-pura sebagai keluarga.

"Kalian adalah orang tua asuh terburuk di dunia. Kalian bahkan tidak tahu di mana mereka berada," kata Senator Heidi Heitkamp dari North Dakota. "Kita telah gagal.Tidak ada keraguan tentang itu. Dan kalau kita mengabaikan anak-anak, itu membuat saya marah."

Sejak meningkatnya imigrasi gelap pada 2013, pemerintah federal telah menempatkan lebih dari 180 ribu anak di bawah umur tanpa pendamping pada orang tua atau sponsor dewasa lainnya yang diharapkan akan mengasuh anak-anak itu dan membantu mereka bersekolah sementara mereka mengusahakan status hukum resmi di pengadilan imigrasi.

Penyelidikan AP pada 2016 menemukan bahwa lebih dari 20 anak-anak itu mengalami penyerangan seksual di rumah-rumah dimana mereka ditempatkan, tidak diberi cukup makan atau dipaksa bekerja dengan bayaran sedikit atau tidak sama sekali.

Sejak itu, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan telah meningkatkan usaha mengawasi anak-anak berisiko yang dianggap membutuhkan perlindungan ekstra, dan tahun lalu menawarkan layanan pendampingan setelah penempatan bagi sepertiga anak di bawah umur yang tidak didampingi keluarganya.

Tetapi para pendukung mengatakan sulit untuk mengetahui berapa banyak anak di bawah umur yang berada dalam keadaan berbahaya,karena sebagian menghilang sebelum pekerja sosial dapat menghubungi mereka, dan mereka tidak pernah muncul di pengadilan.

Senator Republik Rob Portman memberi Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan serta Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga Senin (29/4) untuk menetapkan jadwal guna meningkatkan pemantauan.

"Anak-anak ini, lepas dari status imigrasi mereka, patut diperlakukan dengan baik, tidak disalahgunakan atau diperdagangkan," kata Portman, yang memimpin sub-komite itu. "Ini semua menyangkut pertanggungjawaban." [voa/lat]

Komentar

 
x