Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 22:32 WIB

Karena Tersinggung, Kuwait Usir Dubes Filipina

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 26 April 2018 | 11:54 WIB

Berita Terkait

Karena Tersinggung, Kuwait Usir Dubes Filipina
(Foto: PressTV)

INILAHCOM, Kuwait City - Pemerintah Kuwait mengusir Renato de Villa, Dubes Filipina Rabu (25/4/2018), karena merasa tersinggung dengan tindakan pihak kedutaan Filipina.

Kantor Berita Associated Press mengabarkan, Renato de Villa diberi waktu hingga akhir pekan ini untuk meninggalkan Kuwait. "Mengusir Duta Besar Filipina merupakan langkah tepat yang harus dilakukan, ketika Presiden Filipina mengeluarkan ancaman pertama kalinya," kata Shuaib al-Muwarizi, salah satu anggota parlemen konservatif Kuwait lewat Twitternya. "Kementerian luar negeri juga tidak usah menerima tawaran apapun yang diutarakan Presiden Filipina dan duta besarnya," lanjut Shuaib al-Muwarizi.

Keberangan Kuwait terpicu oleh peristiwa yang terjadi pekan lalu. Seorang petugas Kedubes Filipina membantu seorang pramuwisma asal Filipina melarikan diri dari rumah majikannya. Peristiwa itu direkam lewat video dan tersebar di sejumlah media di Filipina. Kepada wartawan lokal, Renato menjelaskan, pihak Kedubes Filipina terpaksa membantu seorang pembantu lari, setelah pengaduannya kepada Pemerintah Kuwait selama 24 jam tak ditanggapi.

Tak jelas, kenapa pramuwisma itu melarikan diri. Tapi langkah Kedubes Filipina itu dianggap sebagai pelecehan terhadap warga Kuwait. "Kedubes Filipina di Kuwait melakukan pelanggaran secara terang-terangan, dan melanggar aturan yang diatur dalam kerjasama diplomatik kedua negara," bunyi pernyataan resmi Departemen Luar Negeri Kuwait. Dubes Renato da Villa juga dipanggil dua kali untuk dimintai keterangan, dan Renato telah menyatakan maaf atas kesalahannya itu.

Kristin Diwan, seorang pengamat diplomatik di Washington DC menganggap kasus tersebut adalah pertikaian rasa nasionalisme dua negara. "Pemerintah Filipina ingin membela warganya di luar negeri, sedangkan Kuwait tidak senang dengan perilaku tidak sopan yang dilakukan staf Kedubes Filipina," kata Kristin Diwan. "Pengusiran diplomat asing merupakan langkah keras yang dilakukan pihak Kuwait. Mudah-mudahan kasus ini tidak berkepanjangan," lanjut Kristin.

Sikap Filipina, bisa dimaklumi setelah seorang warganya Joanna Demafelis, terbunuh dan jasadnya disimpan dalam kulkas di sebuah apartemen kosong. Pelakunya, Nader Essam Assaf, warga Lebanon dan istrinya, telah dijatuhi hukuman mati bulan lalu.

Komentar

Embed Widget
x