Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 19:35 WIB
 

Israel Bantah Tembak Dosen Palestina di Malaysia

Oleh : - | Senin, 23 April 2018 | 10:20 WIB
Israel Bantah Tembak Dosen Palestina di Malaysia
Poster Fadi al-Batsh di Palestina

INILAHCOM, Tel Aviv--Menteri Pertahanan Israel membantah tuduhan bahwa yang menembak mati seorang dosen Palestina di Malaysia, adalah agen rahasia Mossad.

Avigdor Lieberman mengatakan kemungkinan Fadi al-Batsh, yang berusia 35 tahun, dibunuh karena sengketa internal di kalangan orang Palestina. Demikian laporan yang dikutip dari BBC, Senin (23/4).

Dua pria yang mengendarai sepeda motor melepas 10 tembakan dan menewaskan anggota Hamas itu, Sabtu (21/4), di salah satu jalan di Kuala Lumpur.

Keluarganya menuduh Mossad yang berada di belakang pembunuhan tersebut.

Betapapun Menlu Lieberman mengatakan kepada radio Israel bahwa ilmuwan tersebut adalah ahli roket dan 'bukan orang suci'.

"Dia bukan terlibat dalam peningkatan pasokan listrik, prasarana, atau perairan. Kami mendengar pengumuman oleh pimpinan Hamas yang bertanggung jawab atas pria itu yang menjelaskan dia terlibat dalam produksi roket, untuk meningkatkan akurasi roket," tuturnya seperti dikutip surat kabar Haaretz.

Ketika ditanya kapan mendengar tentang pembunuhan itu, Lieberman menjawab: "Kami mendengarnya di berita. Ada tradisi pada saat ini di kalangan organisasi teroris untuk menuding Israel dalam setiap penyelesaian masalah."

"Penyelesaian sengketa di kalangan organisasi teroris, antara para teroris, antara faksi-faksi yang beragam, adalah hal yang kami saksikan dari masa ke masa. Saya berasumsi hal tersebut jugalah yang terjadi dalam kasus ini," katanya.

Di masa lalu, Hamas menuduh Israel melakukan pembunuhan atas para ahlinya di luar negeri, walaupun dinas rahasia Israel tidak pernah mengukuhkan operasi seperti itu.

Salah satu kasus pembunuhan di luar negeri yang dimaksud adalah atas seorang warga Tunisia yang diyakini sebagai anggota Hamas yang merupakan ahli pesawat tanpa awak tahun 2016 lalu.

Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Mohamad Fuzi Harun, menyampaikan perkembangan atas kasus pembunuhan Fadi al-Batsh kepada para wartawan, Minggu (22/4).

"Penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung saat ini. Apakah dia dibunuh dengan peluru api? Jawaban saya adalah ya. Otopsi sedang berlangsung, kami akan memberi rinciannya nanti," katanya.

Dia menambahkan masih belum jelas motif pembunuhan dan juga belum dilakukan penangkapan terkait kasus tersebut.

Ayah Batsh, Mohamed, menuduh Mossad yang membunuh putranya.

"Serarus persen, itu pembunuhan. Fadi tidak punya musuh dan dicintai komunitas Palestina, Arab, dan Malaysia dan berfoto bersama dengan perdana menteri Malaysia."

"Ada beberapa tuduhan hanya atas Mossad Israel, dan kami menuduh hanya Mossad Israel. Pemerintah Malaysia harus mempercepat penyelidikan."

Batsh, yang sudah tinggal di Malaysia sekitar 10 tahun, merupakan seorang dosen teknik elektro.

Hamas mengatakan salah seorang anggotanya 'dibunuh' dan menyebutnya sebagai martir, yang biasanya digunakan untuk orang-orang yang dibunuh oleh pasukan Israel.

Bagaimanapun kelompok yang memerintah di Jalur Gaza itu tidak menuduh Israel secara langsung .

Tahun 1997, agen-agen Mossad melakukan upaya pembunuhan yang gagal atas pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, di Yordania dengan menyemprot racun ke telinganya.

Dinas rahasia itu juga diyakini berada di belakang pembunuhan atas seorang militan terkemuka Hamas, Mahmud al-Mabhuh, yang tewas di sebuah hotel di Dubai tahun 2010.

Israel tidak pernah mengukuhkan maupun membantah keterlibatan atas pembunuhan al-Mabhuh. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget

x