Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 04:11 WIB

Mantan CEO Cambridge Analytica Tolak Bersaksi

Minggu, 22 April 2018 | 11:25 WIB

Berita Terkait

Mantan CEO Cambridge Analytica Tolak Bersaksi
Alexander Nix - (Foto: heavy)

INILAHCOM, London--Mantan CEO Cambridge Analytica, Alexander Nix, menolak untuk bersaksi di depan komite media Parlemen Inggris.

Menurut dia, investigasi dari pihak berwenang di Inggris terkait dengan penyalahgunaan data dari jutaan akun Facebook terhadap bekas perusahaan tempatnya bekerja adalah serangkaian kampanye politik. Demikian VOA, Minggu (22/4).

Ketua Komite, Damian Collins, mengumumkan keputusan Nix sehari sebelum jadwal kemunculannya. Ia mengatakan, hingga kini Nix belum dikenakan tuduhan kejahatan dan belum ada tindakan hukum aktif terhadapnya.

"Oleh sebab itu, tidak ada alasan hukum mengapa Tuan Nix tidak dapat menghadap," ujar Collins dalam sebuah pernyataan. Komite bermaksud mengeluarkan panggilan formal baginya untuk menghadap pada hari yang akan disebutkan tidak lama lagi.

Nix telah memberikan bukti kepada komite pada bulan Februari, namun kembali dipanggil setelah mantan staf Cambridge Analytica, Christopher Wylie, memicu perdebatan global terkait privasi elektronik ketika ia menduga perusahaan itu menggunakan data jutaan akun Facebook untuk membantu kampanye Pemilihan Presiden AS, Donald Trump pada tahun 2016. Wylie bekerja untuk "operasi informasi" Cambridge Analytica antara tahun 2014-2015.

Wylie juga telah menyatakan kampanye resmi yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa memiliki akses ke data Facebook.

Cambridge Analytica sebelumnya menyatakan tak satupun dari data Facebook yang diperolehnya dari seorang peneliti akademik digunakan dalam kampanye Trump. Perusahaan itu juga menyatakan tidak terlibat dalam pekerjaan yang dibayar maupun tidak dibayar terkait kampanye Brexit.

Kantor Komisi Informasi menyatakan hari Selasa lalu bahwa komisi itu telah menulis surat ke Nix untuk diwawancarai oleh para penyelidik. Kantor tersebut melakukan penyelidikan terhadap Facebook dan 30 organisasi lainnya terkait pemanfaatan data dan analisis yang dilakukan.

"Penyelidikan yang kami lakukan meneliti apakah ada tindak pidana maupun perdata yang dilakukan di bawah Undang-Undang Perlindungan Data," ujar kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.

Penolakan Nix untuk menghadap muncul saat keseriusan penyelidikan yang dilakukan oleh Inggris. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x