Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 14:24 WIB

Jutaan Penipu Pajak di China Dilarang Naik Pesawat

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 20 April 2018 | 11:29 WIB

Berita Terkait

Jutaan Penipu Pajak di China Dilarang Naik Pesawat
(Foto: peplodaily)

INILAHCOM, Beijing - Mulai bulan depan, sedikitnya 9 juta warga China dilarang naik pesawat karena dinilai tidak jujur dan melakukan penipuan.

The Sydney Morning Herald mengabarkan Kamis (19/4/2018), nama mereka termasuk dalam sistem kredit sosial China yang mencatat seluruh kegiatan keuangan mereka. Termasuk di antaranya mereka yang mengemplang pajak, tidak melunasi utang di bank, atau tidak membayar kartu kredit, serta kelakuan buruk lainnya, seperti tidak membayar uang cicilan rumah, abonemen listrik, air dan lainnya.

Sampai akhir bulan ini, sistem kredit sosial China memusatkan sasaran pada nama para pengemplang yang tercatat di Pengadilan Tinggi. Mereka tidak diizinkan lagi membeli tiket pesawat atau kereta api cepat untuk bepergian. Mulai bulan depan, daftar hitam itu ditambah dari Kantor Pajak, Departemen Keamanan Sosial, Kementerian Keuangan. Daftar baru itu akan terhubung dengan informasi kredit nasional yang bakal didaftarkan sebagai calon penumpang di Badan Otoritas Penerbangan Sipil Nasional.

Yan Mingchi, Direktur Badan Penerbangan Sipil menyatakan bahwa tujuh departemen pemerintah lainnya sepakat untuk melarang mereka yang dinilai sama sekali tidak jujur. Maksudnya, mereka yang sebenarnya punya kemampuan untuk membayar utangnya, namun sering mangkir. Juga enam tipe para pelanggar lainnya yang melakukan tindakan tidak jujur.

Di antara mereka yang diberangus itu, antara lain sejumlah eksekutif perusahaan yang gagal membayar asuransi sosial bagi karyawannya. Atau mereka yang menyalahgunaan dana asuransi sosial. Juga para manajer perusahaan daftar hitam yang tidak memenuhi kewajiban dan komitmennya. Banyak pula yang enggan membayar denda atas pelanggaran perdagangan sekuritas, melakukan pemalsuan, penipuan dan memiliki utang di bank-bank internasional, serta melanggar pajak.

Salah satu yang jadi korban peraturan baru itu adalah seorang pengusaha yang hidup di Hainan, yang tidak membayar utangnya selama enam tahun. Alasannya, ia tak selalu ada di rumah. Pekan lalu, pengusaha yang tak disebut namanya itu langsung dijemput petugas, saat ia makan malam. "Dia digiring ke bank terdekat dan diharusnya membayar 24 ribu Yuan," bunyi laporan Legal Daily.

Komentar

Embed Widget
x