Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Mei 2018 | 16:05 WIB
 

Serangan Sekutu Dianggap Gagal Lumpuhkan Suriah

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 20 April 2018 | 10:57 WIB
Serangan Sekutu Dianggap Gagal Lumpuhkan Suriah
(Foto: 21stcenturyasianarmsrace)

INILAHCOM, Washington DC - Serangan udara yang dilancarkan AS, Inggris dan Prancis ke Suriah pekan lalu, ternyata gagal menghancurkan pusat-pusat fasilitas senjata kimia Presiden Bashar al-Assad.

Kantor berita Reuters mengabarkan Kamis (19/4/2018), sasaran utama serangan udara pada Pusat Pengembangan dan Riset Barzah, tidak menunjukkan hasil maksimal. Bahkan, menurut sumber yang tak disebut namanya, Presiden Assad diperkirakan mampu melancarkan serangan gas lebih banyak lagi. "Laporan intelijen yang kami terima, persediaan senjata kimia milik Assad tersebar di sejumlah lokasi lain, jauh dari tiga sasaran pengeboman pekan lalu," kata sumber tersebut.

Menurut sumber AS dan Sekutu, Pemerintah Suriah menyembunyikan senjata andalannya itu di apartemen warga sipil serta sekolah-sekolah. Fasilitas pendidikan dan apartemen itu dihuni warga Suriah yang sengaja dijadikan Tameng Manusia, sehingga tak dapat diserang oleh AS. Karena itu jangan heran bila serangan udara kali ini gagal total, karena AS dan Inggris menekankan agar serangan itu dilakukan secara hati-hati dan menghindari jatuhnya banyak korban sipil.

PM Inggris Theresa May menggambarkan serangan itu dilakukan "Secara terbatas dan sasarannya tidak menambah ketegangan di kawasan tersebut dan sedapat mungkin menghindari korban penduduk sipil," katanya. Sedangkan Presiden AS Donald Trump menyebutkan serangan itu sangat sukses tanpa menelan seorang korban sipil. Harian The Washington Post mengabarkan, penduduk Damascus merayakan kemenangannya atas gagalnya serangan udara yang dilakukan secara terbatas oleh Sekutu.

Sedangkan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan pejabat tinggi militer lainnya menyebutkan, serangan hati-hati itu dilakukan untuk menghindari serangan balasan dari Moscow dan Teheran. Akibatnya, operasi militer pekan lalu tidak menjadikan infrastruktur militer Suriah sebagai sasaran. Termasuk pesawat angkut yang membawa senjata kimia dan saraf, yang hingga kini masih melakukan fungsi utamanya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x