Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 04:43 WIB

Diam-diam Direktur CIA Temui Pemimpin Korut

Kamis, 19 April 2018 | 06:55 WIB

Berita Terkait

Diam-diam Direktur CIA Temui Pemimpin Korut
Direktur CIA Mike Pompeo dan Kim Jong-un - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Washington--Direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), Mike Pompeo, melakukan 'lawatan rahasia' ke Korea Utara beberapa hari lalu, saat liburan Paskah, untuk menemui pemimpin negara tersebut, Kim Jong-un.

Lawatan diam-diam ini diberitakan oleh surat kabar The Washington Post, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan telah terjadi pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong-un.

Kantor berita Reuters juga membenarkan lawatan Pompeo dengan mengutip sumber-sumber senior di pemerintah AS.

Sejauh ini isi pertemuan antara Pompeo dan Kim Jong-un belum diumumkan dan Gedung Putih belum memberikan penjelasan.

Namun banyak pihak meyakini pembicaraan keduanya hampir dapat dipastikan membahas rencana pertemuan Trump dan Kim Jong-un.

AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara walaupun sejumlah diplomat AS berkunjung ke sana di masa lalu. Di luar itu, ada yang disebut sebagai 'jalur belakang' yang dipakai AS untuk menjalin komunikasi dengan Korea Utara.

Pompeo menjadi pejabat senior AS pertama yang berkunjung ke Korea Utara sejak 2000 ketika menlu AS saat itu, Madeleine Albright, bertemu dengan almarhum Kim Jong-il, yang juga adalah ayah Kim Jong-un.

Pada 2014, pejabat badan intelijen nasional AS, James Clapper, mengadakan lawatan ke Korea Utara untuk merundingkan pembebasan dua warga AS.

Namun ia tidak bertemu dengan pemimpin Korea Utara.

Lawatan Pompea itu sangat terkait dengan rencana pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Kim Jong-un. Menurut rencana, pertemuan itu akan diselenggarakan paling lambat Juni.

Hal ini diungkap Presiden Trump saat menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Presiden Trump menjelaskan bahwa pertemuan dengan Kim Jong-un dan dengan pemimpin Korea Selatan adalah peluang emas untuk membahas perjanjian damai permanen untuk secara resmi mengakhiri perang Korea yang pecah pada 1950-an.

Korea Selatan sudah mengeluarkan isyarat mereka mungkin mendesakkan resolusi formal untuk mengakhiri konflik dengan Korea Utara.

Presiden Korsel, Moon Jae-in direncanakan bertemu dengan Kim Jong-un pada akhir April.

Ada kekhawatiran upaya yang ditempuh AS akan 'meminggirkan' Jepang.

Tapi hal ini ditepis oleh Presiden Trump yang mengatakan AS dan Jepang 'punya pandangan yang sama tentang Korea Utara'.

Dikatakan pula bahwa Jepang mendukung kebijakan AS soal Korea Utara.

Di sisi lain, sejumlah pengamat berpendapat kunjungan PM Abe ke AS antara lain untuk membujuk Washington agar tak melunakkan 'sikap keras' yang selama ini ditujukan kepada Pyongyang. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x