Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 18:45 WIB

AS dan Inggris Tuduh Rusia Sebar Virus Komputer

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 18 April 2018 | 13:14 WIB

Berita Terkait

AS dan Inggris Tuduh Rusia Sebar Virus Komputer
(Foto: foxnews)

INILAHCOM, London - Pemerintah AS dan Inggris menuduh Moscow melakukan kegiatan mata-mata ekonomi dan politik dengan menanamkan virus malware di sejumlah routers dan peralatan komputer lainnya.

Majalah TIME mengabarkan Selasa (17/4/2018), tuduhan itu dikeluarkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, DHS dan Biro Investigasi Federal, FBI bersama Pusat Keamanan Cyber Nasional Inggris. "Bahkan targetnya termasuk infrastruktur kritis komputer milik organisasi pemerintah dan swasta. Juga penyedia saluran internet lainnya," kata ketiga badan keamanan tersebut.

Menurut Tim Respons Darurat Komputer US-CERT, "Para korbannya diidentifikasi melalui beberapa tindakan terkoordinasi antara AS dan badan-badan internasional lainnya," bunyi US-CERT. Sementara itu, Jake Williams periset keamanan siber AS menyatakan sulit baginya untuk mengetahui motivasi serangan komputer yang diumumkan lewat peringatan siaga, Senin kemarin. "Kegiatan itu sudah berlangsung cukup lama," kata Jake Williams.

Peringatan Siaga 1 itu menyebutkan "Kondisi perangkat jaringan peralatan AS dewasa ini mengancam keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan ekonomi Amerika Serikat," bunyi peringatan tersebut. Karena itu, US-CERT mendesak agar perusahaan dan sektor publik serta perorangan pengguna router di rumah, yang terkena serangan untuk segera melindungi perangkat kerasnya.

US-CERT juga menerbitkan peringatan serupa pada 15 Maret 2018. Dalam peringatan itu, FBI dan DHS menyatakan Pemerintah Moscow adalah aktor cyber yang mencoba melakukan infiltrasi ke sejumlah badan pemerintah AS. "Termasuk di antaranya pusat energi, nuklir, fasilitas komersial, air, lalu lintas udara dan sektor-sektor kritis lainnya," bunyi peringatan itu. "Para agen Rusia mencoba berupaya mendapatkan akses ke jaringan sektor energi dan mendapatkan informasi pada sistem kontrol bidang-bidang industri," tambah peringatan tersebut.

Komentar

Embed Widget
x