Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 03:00 WIB
 

Dihukum Tiga Bulan

Pura-pura Sakit Kanker untuk Raup Sumbangan

Oleh : - | Selasa, 17 April 2018 | 19:09 WIB
Pura-pura Sakit Kanker untuk Raup Sumbangan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Melbourne--Seorang perempuan Australia dijerat hukuman tiga bulan penjara, setelah berpura-pura mengidap kanker mematikan lalu melakukan penipuan di dunia maya dengan menarik donasi dari teman-temannya.

Hanna Dickenson, 24 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar A$42.000 atau sekitar Rp450 juta setelah mengaku kepada orang tuanya bahwa dia membutuhkan perawatan medis di luar negeri karena menderita kanker.

Orangtuanya kemudian mengumpulkan sumbangan dari teman-teman mereka, kata hakim di Pengadilan Melbourne, seperti dikutip dari BBC, Selasa (17/4). Dalam sidang terungkap bagaimana Dickenson menghabiskan banyak uang itu untuk liburan dan berfoya-foya.

Hakim menyebut tindakan penipuan yang dilakukannya itu merupakan perbuatan yang "tercela".

Dickenson mengaku bersalah dalam sidang di Pengadilan Melbourne itu.

Dalam vonis yang dibacakan hakim David Starvaggi dikatakan, Dickenson "melakukan penipuan dengan memanfaatkan rasa iba hati sanubari manusia. Keinginan orang-orang untuk membantu dan kepercayaan sosial telah dinodai," kata hakim.

Pengadilan menyatakan ada satu orang menyumbangkan dana sebesar A$10.000 atau Rp107 juta kepada Dickenson hanya beberapa saat setelah dia sendiri selesai menjalani perawatan rumah sakit untuk kanker yang diidapnya.

Kebohongan itu terbongkar ketika ada penyumbang yang curiga setelah melihat foto-foto Dickenson di Facebook, dan melaporkannya kepada polisi.

Pengacara Dickenson, Beverley Lindsay, mengatakan bahwa kliennya seharusnya tidak dijatuhi hukuman penjara karena "hidupnya telah berubah".

Dia juga membandingkan kasus ini dengan penipuan oleh seorang blogger selebriti Australia, Belle Gibson, yang didenda sebesar A$410.000 atau Rp4 miliar tahun lalu setelah berpura-pura mengaku mengidap kanker otak.

Lindsay berpendapat bahwa tindakan kliennya tidak separah apa yang dilakukan Gibson.

Namun hakim Starvaggi mengatakan kasus-kasus itu tidak dapat dibandingkan secara langsung, dan bahwa keputusan ini perlu untuk mencegah agar orang lain tidak melakukan perilaku yang sama.

Lindsay mengatakan kliennya mungkin akan mengajukan banding. [bbc/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x