Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 04:25 WIB

Satu Lagi Wartawan Rusia Mati Secara Misterius

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 17 April 2018 | 12:58 WIB

Berita Terkait

Satu Lagi Wartawan Rusia Mati Secara Misterius
(Foto: nydaily)

INILAHCOM, Moskow - Maksim Borodin, seorang wartawan Rusia ditemukan tewas terjatuh dari apartemennya di tingkat lima di Kota Yekaterinburg, Rusia.

The Guardian melaporkan Senin (16/4/2018), pihak kepolisian setempat tidak menyelidiki kasus tersebut, dan menganggapnya sebagai kasus bunuh diri biasa. Namun ada dugaan, Borodin, wartawan portal berita Yekaterinburg Novy Den itu, dibunuh seseorang tak dikenal.

"Kematian wartawan Maksim Borodin menjadi keprihatinan serius. Saya minta otoritas setempat untuk melakukan investigasi secara teliti," kata Harlem Desir, wakil kebebasan media untuk Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa dalam akun Twitternya. Organisasi itu akan mengeluarkan pernyataan pers soal kasus kematian Maksim Borondi yang terjadi Ahad kemarin.

Vyacheslav Bashkov, aktivis HAM setempat menyatakan bahwa Maksim Borodin yang baru berusia 32 tahun adalah salah satu wartawan Rusia. Namanya terkenal saat menurunkan laporan tentang kematian 200 tentara bayaran Rusia tewas di Suriah, sejak perang saudara 2011.

Pada 2017, Maksim Borodin membongkar kasus di penjara-penjara dan kasus korupsi di tempat kelahirannya di Sverdlovsk. "Pekerjaannya sangat berbahaya," kata Vyacheslav Bashkov. "Dia adalah salah satu dari wartawan terbaik Rusia," sambungnya.

Menurut Bashkov, dua hari sebelum meninggal dunia, Maksim Borodin bercerita bahwa sekitar pukul 5.00 pagi, tiga orang berseragam loreng dan masker berdiri di depan apartemennya. "Setelah dipanggilkan pengacara, ketiga orang itu meninggalkan lokasi dengan memberi alasan, mencari alamat lain," tutur Bashkov yang telah bekerja sama selama 10 tahun dengan korban.

Kematian Maksim Borodin mengundang pertanyaan besar. Sebab sejak 1992, tercatat 38 wartawan mati secara misterius atau terbunuh. "Kebanyakan kasusnya tidak terungkap," bunyi pernyataan Komisi Perlindungan Wartawan dunia.

Komentar

Embed Widget
x