Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Juli 2018 | 01:42 WIB
 

Trump Marah Soal Pengusiran Diplomat Rusia

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 17 April 2018 | 12:27 WIB
Trump Marah Soal Pengusiran Diplomat Rusia
(Foto: abcnews)

INILAHCOM, Washington DC - Presiden Donald Trump merasa dicurangi stafnya soal 60 diplomat Rusia yang diusir dari AS, sebagai balasan atas terbunuhnya agen rahasia Rusia di Salisbury, Inggris.

Harian The Washington Post mengabarkan Senin (16/4/2018), Presiden Trump naik pitam setelah menemukan bukti bahwa Jerman dan Prancis hanya mengusir beberapa diplomat Rusia. Para pembantu Trump mencoba menjelaskan, ke-60 diplomat Rusia itu sesuai dengan jumlah diplomat Rusia yang diusir dari negara-negara Uni Eropa.

Mendengar itu, Trump dikabarkan semakin marah, "Sampai engeluarkan kata-kata umpatan beberapa kali," tutur sebuah sumber Gedung Putih. Tak hanya itu. Presiden Trump juga menelepon PM Inggris Theresa May, mempersoalkan pengusiran diplomat Rusia dari Eropa. "Kenapa kamu minta saya melakukan ini?" tanya Trump kepada Theresa May. "Coba lihat, apa yang dilakukan Jerman? Apa yang dilakukan Prancis?" kata pemimpin AS itu dengan nada tinggi.

Seperti diketahui setelah kasus kematian Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, Inggris hanya mengusir 23 diplomat Rusia. Sedangkan Jerman dan Prancis masing-masing mengusir empat diplomat Rusia. "Saya tidak peduli berapa totalnya. Yang saya lakukan jumlahnya sama dengan masing-masing negara," kata Trump berteriak. "Kami tidak tidak mau jadi pemimpin dalam kasus ini," sambungnya.

Tampaknya, pengusiran 60 diplomat Rusia dari AS menjadi ganjalan besar bagi Trump yang ingin meningkatkan hubungan dengan Rusia. Hal itu diakui oleh Sarah Sanders, Sekretaris Pers Gedung Putih yang menyatakan bahwa Presiden Trump tidak begitu senang dengan pengusiran tersebut. "Meski bersikap keras pada Rusia, namun ia ingin hubungan baik tetap terjalin. Tergantung dari Rusia akan ingin membaik atau tidak," kata Sarah Sanders.

Komentar

Embed Widget

x