Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Juli 2018 | 01:43 WIB
 

AS dan Sekutu Lakukan Serangan Udara ke Damaskus

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 14 April 2018 | 13:06 WIB
AS dan Sekutu Lakukan Serangan Udara ke Damaskus
(Foto: AFP PHOTO / Hamza Al-Ajweh)

INILAHCOM, Washington DC - AS melakukan serangan udara ke Suriah pukul 21.00 waktu AS, Jumat (3/4/2018) atau pukul 3.00 dinihari waktu Damascus, Suriah.

CNN mengabarkan, Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara di tengah perundingan damai yang dilakukan oleh Turki, Rusia dan Suriah serta Iran. "Saya memerintahkan angkatan bersenjata AS untuk melancarkan serangan dengan target tempat penyimpanan senjata kimia oleh Diktator Bashar al-Ashad," kata Presiden Trump di Ruang Resepsi Diplomat Gedung Putih.

Dalam serangan udara itu, AS menggunakan Peluru Kendali BGM-109 Tomahawk yang mampu terbang rendah untuk menghindarkan diri dari pantauan radar musuh. Rudal ramping dengan kecepatan 880 kilometer per jam itu membawa 2 ribu kilogram bom itu, konon mampu mencapai sasaran dengan tepat, sekaligus menghancurkannya dalam hitungan detik.

Di antara lokasi yang dijadikan sasaran adalah tempat penyimpanan gas saraf di dekat Ibukota Damascus. Agen rahasia Prancis memperkirakan ibukota Suriah itu menyimpan lebih dari 1.000 ton gas kimia yang terdiri dari ratusan ton Gas Sulfur Mustard, ratusan ton Gas Sarin dan beberapa ton Gas VX.

"Kami tidak ingin menjadikan tentara Rusia sebagai sasaran tembak. Karena sasaran utama AS adalah pusat-pusat gas beracun yang digunakan untuk membunuh bocah-bocah Suriah seperti yang terjadi di Kota Douma," tutur Letnan Jenderal Mark Hertling, analis militer CNN.

Menurut Presiden Trump, AS juga akan mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang untuk mengepung Suriah. Armada militer AS itu diberangkatkan dari sejumlah basis militer AS. Di antaranya dari Basis Militer Muwaffaq Salti, Yordania; Basis Militer Al Udeid di Qatar; Basis militer Camp de la Paix, Abu Dhabi dan Basis militer Incirlik di Turki. Peluru kendali Tomahawk ditembakkan dari kapal selam yang berlabung di Laut Tengah. Aksi serangan udara kali ini, AS dibantu oleh pasukan Prancis dan Inggris.

Dalam konperensi persnya yang digelar pukul 22.00 waktu AS, Menteri Pertahanan AS James Mattis menjelaskan "Serangan udara itu dimaksudkan untuk mencegah Suriah berbuat hal yang sama lagi," kata James Mattis di Pentagon kepada wartawan. "Kami juga memberitahukan sasaran kami kepada pihak Rusia yang menempatkan pasukannya di lokasi sasaran," kata Jenderal Joseph Dunford, kepala staf tentara gabungan AS. "Tapi kami tidak bekerjasama dengan Rusia dalam serangan ini," sambungnya.

Tags

Komentar

Embed Widget

x