Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 02:54 WIB

Mantan Direktur FBI

Donald Trump Berlagak Seperti Bos Para Gangster

Oleh : - | Jumat, 13 April 2018 | 19:32 WIB
Donald Trump Berlagak Seperti Bos Para Gangster
Donald Trump dan James Comey - (Foto: NY Daily News)

INILAHCOM, Washington--Para politikus pendukung Presiden AS, Donald Trump, menggalang kampanye online untuk mendiskreditkan memoar mantan direktur FBI, James Comey, yang segera terbit.

Dalam memoar yang akan beredar pekan depan itu, Comey menuliskan berbagai pengalamannya terkait Trump dengan penggambaran yang jauh dari menyanjung. Antara lain, Presiden Trump disebutnya berlagak tak ubahnya bos para gangster

Para politikus Partai Republik pun meluncurkan situs web untuk mencap mantan pejabat penegakan hukum nasional tertinggi itu sebagai "Lyin Comey," atau Comey si Pendusta.

Menurut kutipan dari buku yang diperoleh oleh Washington Post, Comey menulis bahwa interaksi dengan Trump membawanya pada "kilas balik pada karir saya sebelumnya sebagai jaksa yang memberantas para gangster. Lingkaran kepatuhan buta. Bos memegang kekuasaan mutlak. Sumpah kesetiaan. Pandangan dunia dalam prinsip kita melawan mereka. Mereka berbohong tentang segala hal, besar dan kecil, untuk mentaati berbagai ikrar kesetiaan yang menempatkan organisasi di atas moralitas dan di atas kebenaran".

Hasilnya adalah, terjadi "kebakaran hutan yang adalah kepresidenan Trump", katanya melakukan perumpamaan.

Wawancara dengan ABC News akan ditayangkan hari Minggu mendatang, menandai mulai beredarnya buku itu.

Memoar itu, berjudul A Higher Loyalty: Truth, Lies & Leadership atau Loyalitas Lebih Tinggi: Kebenaran, Kebohongan & Kepemimpinan, dalam penjualan pra-edar sekarang sudah menjadi buku terlaris di Amazon.

Mantan bos FBI yang dipecat Trump itu menulis bahwa setidaknya empat kali Trump membincangkan tentang berkas dokumen yang dikumpulkan oleh mantan pejabat intelijen Inggris dan ahli Rusia, Christopher Steele, yang dibayar untuk menyelidiki hubungan Trump dengan Rusia.

Comey menulis bahwa Trump memintanya agar FBI menyelidiki tuduhan-- termasuk klaim adanya rekaman dirinya bersama pelacur di sebuah hotel di Moskow selama perjalanan 2013--untuk membuktikan semua itu tidak benar karena sangat melukai istrinya, Melania Trump, katanya kepada Washington Post.

Dia juga mengatakan tidak pernah melihat presiden tertawa, yang menurutnya merupakan tanda rasa tidak aman yang mendalam, tidak sanggup berada dalam posisi rentan atau mengambil risiko untuk jadi guyonan orang lain. Menurutnya, itu menunjukkan Trump benar-benar seorang pemimpin yang sangat getir dan sedikit menakutkan sebagai seorang presiden .

Dalam buku itu, Comey juga menulis bahwa kepala staf Gedung Putih John Kelly mengatakan pemecatan yang dilakukan Trump terhadapnya merupakan hal yang "tidak hormat".

Situs web lyincomey.com, yang dibentuk oleh Komite Nasional Partai Republik, menggaris-bawahi bagaimana para politikus Demokrat mengecam mantan direktur FBI itu dalam menangani penyelidikan terhadap email Hillary Clinton.

"Comey tidak kredibel, tanya saja kaum Demokrat," kata salah satu iklan video, sebelum memperlihatkan rekaman pimpinan Demokrat di Kongres, Nancy Pelosi dan Chuck Schumer, yang mengecamnya.

"Yang bisa saya katakan adalah Direktur FBI tidak memiliki kredibilitas," kata Gubernur California dari Demokrat, Maxine Waters.

Untuk mempromosikan buku itu, Comey merencanakan serangkaian wawancara media, dan sebuah pidato dalam acara yang digelar CNN akhir bulan ini.

"Comey adalah pembohong dan pembocor (rahasia) dan itu sebabnya para politikus Partai Republik dan Demokrat menyerukan pemecatannya," kata ketua Partai Republik, Ronna McDaniel dalam sebuah pernyataan kepada CNN.

Pemecatan direktur FBI James Comey saat menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016, mengejutkan Washington.

Departemen Kehakiman kemudian menunjuk Robert Mueller menjadi penuntut khusus untuk mengambil alih penyelidikan.

Trump mengatakan dia memecat Comey--sebelum masuk ke separuh masa jabatannya yang 10 tahun--karena tidak kompeten.

Tetapi presiden kemudian menambahkan "masalah Rusia" ada di benaknya ketika dia mengambil keputusan itu.

Comey tak banyak berkisah di depan umum tentang pengalamannya dengan Trump, selain kesaksiannya di Kongres dan beberapa posting Twitter.

"Pak Presiden, rakyat Amerika akan segera mendengar cerita saya," tulis Comey bulan lalu di Twitter. "Dan mereka bisa menilai sendiri siapa yang terhormat dan siapa yang tidak." [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget

x