Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 20:27 WIB

Tim Pencari Fakta Internasional Kunjungi Douma

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 13 April 2018 | 12:10 WIB

Berita Terkait

Tim Pencari Fakta Internasional Kunjungi Douma
(Foto: rt.com)

INILAHCOM, Damascus - Sebuah tim pengamat senjata kimia internasional berangkat ke Suriah, Kamis (12/4/2018) untuk melakukan investigasi penggunaan senjata kimia oleh pasukan Suriah dan Rusia.

Kantor Berita Reuters mengabarkan, tim dari Organization for the Prohibition of Chemical Weapons, OPCW, tersebut, menjalankan misi pencari fakta. Tim yang terdiri dari belasan orang itu juga akan menuju ke Kota Douma, yang diduga keras mengalami serangan senjata kimia dan menelan 43 korban jiwa.

Kedatangan tim OPCW itu bersamaan waktunya dengan kepergian kelompok pemberontak dari Kota Douma. Mereka menyerahkan seluruh senjatanya dan menuju kota di utara Suriah yang menjadi markas kelompok oposisi Suriah. Pihak militer Rusia mengungkapkan, bahwa Kota Douma kini sepenuhnya di bawah kendali Pemerintah Suriah, setelah Rusia melakukan evakuasi kelompok pemberontak dan ribuan penduduk sipil dari Douma.

Sementara itu, penduduk Damascus merayakan kemenangan kepergian pemberontak dari Douma. Sejumlah mobil dan kendaraan bermotor lainnya membawa bendera Suriah tampak beriringan menuju Douma dari Damascus, sambul meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Pemerintahan Bashar al-Asaad. "Inilah kemenangan Suriah dan sekutu kami," kata Abboud Mardini, seorang pedagang di Damascus. "Ghouta Timur adalah sarang teroris yang menyebar ke seluruh wilayah Suriah," sambungnya. Douma dan kawasan Ghouta Timur memang basis utama kelompok pemberontak anti-Assad.

Hamza Bayraqdar, Juru Bicara Jaysh al-Islam, kelompok utama pemberontak yang menguasai Douma mengungkapkan bahwa pasukannya telah meninggalkan kota tersebut. Mereka menyerahkan senjata berat dan otomatis yang mereka miliki, termasuk denah dan peta ranjau yang ditanam di sekitar Douma dan terowongan yang pernah mereka bangun.

Sementara itu, kabinet Inggris memberikan lampu hijau kepada PM Theresa May untuk bekerjasama dengan AS dan Prancis, "Agar berkoordinasi dengan komunitas internasional menghadapi krisis Suriah, walaupun tak dijelaskan aksi apa yang akan mereka lakukan," tulis Reuters. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam hendak mengebom Suriah dengan rudal canggih.

Komentar

Embed Widget
x