Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 00:59 WIB

72 Jam ke Depan Misil Udara AS Serang Suriah

Kamis, 12 April 2018 | 19:29 WIB

Berita Terkait

72 Jam ke Depan Misil Udara AS Serang Suriah
rudal penjelajah AS - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta--Badan Pengawas Lalu Lintas Udara Eropa, Eurocontrol (EASA) memperkirakan misil udara ke darat atau rudal penjelajah AS kemungkinan dalam waktu 72 jam ke depan akan menyerang Suriah, diselengi gangguan pada peralatan navigasi radio.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump dan para sekutu Barat sedang membahas kemungkinan aksi militer untuk menghukum Presiden Suriah Bashar Assad karena dugaan serangan gas beracun terhadap kota yang dikuasai pemberontak pada Sabtu pekan lalu.

Itulah sebabnya, EASA memperingatkan pesawat-pesawat yang melintas bagian timur Mediterania untuk berhati-hati karena kemungkinan serangan udara yang dilancarkan ke Suriah.

Maskapai penerbangan Lebanon, Middle East Airlines, satu dari beberapa maskapai yang terbang langsung melintas Suriah, mengalihkan rutenya untuk sementara waktu, menurut sumber di Bandara Beirut.

Juru bicara Air France mengatakan pihaknya telah mengubah jalur-jalur penerbangan menyusul peringatan tersebut, termasuk untuk penerbangan ke Beirut dan Tel Aviv. Sedangkan easyJet mengatakan akan mengalihkan penerbangan dari Tel Aviv.

Para regulator penerbangan telah meningkatkan pengawasan di zona-zona konflik sejak pesawat milik Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 ditembak jatuh dengan rudal darat-ke-udara di wilayah udara Ukraina pada 2014, menewaskan semua 298 penumpang dan awak pesawat.

Regulator penerbangan di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Jerman sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan yang melintas wilayah udara Suriah, mengakibatkan sebagian maskapai menghindari kawasan tersebut.

Juru bicara maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa, mengatakan, pihaknya mengetahui peringatan dari Eurocontrol dan terus berkomunikasi dengan pihak berwenang.

"Sebagai langkah pencegahan proaktif, Grup Lufthansa telah menghindari terbang di wilayah udara bagian timur Mediterania untuk sementara waktu," kata juru bicara Lufthansa.

Perwakilan dari Ryanair, British Airways, Etihad Airways, dan Royal Jordanian mengatakan penerbangan mereka beroperasi normal, namun tetap mengawasi situasi dengan ketat.

Emirates juga mengatakan terus memonitor situasi dan akan "membuat penyesuaian bila diperlukan."

EgyptAir saat ini tidak berencana mengubah rute-rute penerbangan menyusul keluarnya peringatan, kata sumber yang mengetahui hal itu.

Maskapai penerbangan nasional Israel, El Al, menolak memberikan komentar. EgyptAir dan beberapa maskapai penerbangan besar lainnya yang terbang melintasi wilayah tersebut tidak segera merespon permintaan komentar. [reuters/voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x