Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 02:46 WIB
 

Trump Kecam Penyerbuan FBI & Investigasi Mueller

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 11 April 2018 | 11:56 WIB
Trump Kecam Penyerbuan FBI & Investigasi Mueller
(Foto: ndtv)

INILAHCOM, Washington DC - Presiden Donald Trump mengecam penyerbuan petugas Biro Investigasi Federal, FBI ke kantor Michael D. Cohen, pengacaranya Senin kemarin.

Politico mengabarkan, dalam cuitan Twitternya Selasa (10/4/2018), Trump menuliskan, "Hak istimewa pengacara dan kliennya sudah tidak ada lagi. Mati," tulisnya. Selain itu, Trump juga menyampaikan keberatannya atas investigasi yang dilakukan Dewan Khusus Robert Mueller atas campur tangan Rusia dalam Pilpres 2016. Bahkan tindakan Mueller dan penggeledahan di kantor Michael D. Cohen, sama halnya "Sebuah serangan atas negara kita," tulis Trump. "Serangan yang harus kita hadapi bersama!" sambungnya.

Tentu saja, pernyataan itu dianggap sebagai upaya Trump untuk menghindarkan diri dari pemeriksaan oleh Robert Mueller. Pemimpin AS itu juga membantah bahwa pengacaranya memberikan uang tutup mulut sebesar $ 130 ribu kepada Stormy Daniel, bintang porno yang pernah berkencan dengannya. Sebelum berunding dengan sejumlah pejabat tinggi militer AS soal Suriah, Trump sekali lagi mengungkapkan kekesalannya. "Situasi ini benar-benar memalukan," katanya kepada wartawan.

Saat ditanya apakah Trump berniat memecat Robert Mueller dari jabatannya sebagai Dewan Khusus, Trump mengaku banyak orang yang menyarankan agar Mueller dipecat. "Banyak orang yang menyarankan saya agar dia dipecat saja," kata Trump sambil melipat tangannya. "Lihat saja nanti apa yang terjadi," sambungnya dengan wajah kesal. Presiden Trump juga menyesalkan langkah Jaksa Agung Jeff Sessions yang menarik diri dari penyelidikan Departemen Kehakiman. "Itu merupakan langkah sangat buruk di negeri ini," sambungnya.

Pernyataan Trump itu membuat beberapa anggota Kongres was-was. Senator John Kennedy dari Partai Republik menyatakan agar Robert Mueller diberi kesempatan menyelesaikan tugasnya. "Proses ini harus dijalani sampai selesai," katanya. Sedangkan Senator Chuck Grassley, Ketua Komisi Judisial Senat mengkhawatirkan bila Trump sampai memecat Mueller, maka "Itu sama halnya seperti bunuh diri," katanya kepada Fox News.

Komentar

 
Embed Widget

x