Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 04:25 WIB
 

Bila Menang, Mahathir Tinjau Lagi Investasi China

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 10 April 2018 | 12:34 WIB
Bila Menang, Mahathir Tinjau Lagi Investasi China
Mahathir Mohammad - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kuala Lumpur - Mahathir Mohammad mengancam investasi China di Malaysia akan ditinjau lagi, bila ia menjadi perdana menteri lagi dalam pemilu mendatang.

Bloomberg.com mengabarkan Senin (9/4/2018) hal itu diungkap Mahathir dalam wawancara akhir pekan lalu. Investor China, menurut Mahathir, akan diterima di Malaysia apabila China mendirikan perusahaan di Malaysia, mempekerjakan tenaga kerja lokal dan membawa teknologi dan kapital ke Malaysia. Sekarang ini kita tidak mendapatkan apa-apa dari investasi China, kata Mahathir dalam wawancara di kantornya.

Komentar Mahathir dilontarkan karena menilai investasi China tidak berbagai keuntungan dan menjaga kedaulatan Malaysia. Berdasar rencana pembangunan Country Garden Holding Co. Ltd, China akan menanamkan investasi $ 100 miliar di Negara Bagian Johor untuk membangun apartemen seharga 1 juta Ringgit (sekitar $ 258 ribu), jauh melebihi gaji rata-rata warga Malaysia yang hanya 62 ribu Ringgit.

Karena tidak banyak warga Malaysia yang mampu membeli apatemen mewah itu, maka China akan mengundang warga asing, lanjut Mahathir. Tidak bisa seperti itu. Sebab tidak ada satu negara pun yang bersedia menerima banjirnya warga asing ke negaranya, kata Mahathir.

Mahathir tak lupa memberi contoh Sri Lanka, negara yang dianggap telah kehilangan tanahnya dan dicaplok China, lantaran tidak mampu membayar kembali ke China. Tahun lalu, Sri Lanka meneken kerjasama dengan China yang menyewa kawasan pantai Hambantota selama 99 tahun untuk menutup piutang Sri Lanka. Semua orang tidak suka dengan investasi China, kata Mahathir.

Karena itu, bila memenangkan Pemilu 2018 nanti, Mahathir berencana mengubah kerjasama dan negosiasi dengan China. Termasuk di antaranya diberi akses ke Laut China Selatan untuk menjamin hubungan baik antara Malaysia dengan negara-negara ASEAN lainnya. Malaysia bersama Filipina dan Vietnam belum mencapai kesepakatan tapal batas negara dengan China di Perairan Laut China Selatan.

Komentar

Embed Widget

x