Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 02:53 WIB
 

Mahasiswa Swarthmore Boikot Sambal Colek Yahudi

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 7 April 2018 | 14:15 WIB
Mahasiswa Swarthmore Boikot Sambal Colek Yahudi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Philadelphia - Ikatan Mahasiswa Pendukung Palestina Universitas Swarthmore, Pennsylvania menuntut agar kampusnya memblokade sambal colek merk Sabra.

Fox News mengabarkan Jumat (6/4/2018) Ikatan Mahasiswa Swarthmore demi Keadilan bagi Palestina, SJP menuntut sambal colek itu dilarang di kawasan kampus. Alasannya, produk itu tidak dapat diterima secara moral karena Negara Israel melanggar hak-hak asasi manusia, bunyi seruan SJP. Menurut mereka, pembuat sambal itu pernah mengirim bumbu gratis itu ke Departemen Pertahanan Israel.

Dengan menjual Sabra di kampus ini, maka Kampus Swarthmore bisa dijadikan alat atau simbol pendudukan Palestina, bunyi petisi kelompok pembela bangsa Palestina itu. Karena itu, kami minta agar Presiden Kampus Swarthmore, Valerie Smith untuk menjunjung tinggi martabat Bangsa Palestina dan mengakui pendudukan secara ilegal tanah Palestina. Kami juga minta agar Swarthmore segera menghentikan penjualan produk Sabra di lingkungan kampus, lanjut petisi tersebut.

Aksi boikot produk Sabra itu, didukung oleh sejumlah kelompok di kampus itu. Termasuk Komunitas Afrika-Amerika Swarthmore; Asosiasi Mahasiswa Swarthmore; Organisasi Mahasiswa LatinX; Pusat Lintas Agama Internal; Asosiasi Mahasiswa Muslim dan Union Queer Swarthmore serta CampurReform.org.

Hanya satu kelompok yang tak ikut berpartisipasi dalam aksi boikot tersebut. Kelompok itu tak lain adalah Mahasiwa Swarthmore untuk Israel yang menentang boikot itu karena dianggap anti-Semit atau anti-Yahudi. Gerakan itu sama halnya dengan gerakan anti-Semit yang minta disahkan atau dilegalkan. Mereka bertujuan menghapus Negara Israel, bunyi pernyataan kelompok itu.

Grup pro-Israel tersebut juga mengumumkan penggalangan dana untuk organisasi mereka yang mendukung eksistensi Arab Israel dan Yahudi.

Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pihak kampus. Valerie Smith, wanita kulit hitam yang menjabat sebagai Presiden Perguruan Tinggi Swarthmore tidak mengeluarkan pernyataan apapun.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x