Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 00:12 WIB
 

1 Juta Data Pengguna Facebook di Indonesia Bocor

Oleh : - | Kamis, 5 April 2018 | 13:11 WIB
1 Juta Data Pengguna Facebook di Indonesia Bocor
Facebook Indonesia - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta--Facebook menyebut data yang telah dibocorkan secara tidak patut kepada lembaga konsultan politik Cambridge Analytica mencapai setidaknya 87 juta orang, lebih banyak dari yang sebelumnya terungkap. Dari jumlah itu, sekitar 1,1 juta pengguna berasal dari Indonesia.

Sebelumnya, jumlah pengguna yang disebut oleh orang yang membongkar kasus ini, Christopher Wylie, hanya menyebut angka 50 juta.

Pimpinan Facebook Mark Zuckerberg berkata "jelas bahwa kami seharusnya bertindak lebih dari yang dilakukan, dan itu yang akan kami lakukan untuk kedepannya".

Dalam konferensi pers pada hari Rabu (4/4), seperti dilaporkan BBC, Kamis (5/4), ia berkata bahwa sebelumnya ia berasumsi bahwa jika Facebook memberikan suatu perangkat kepada orang-orang, adalah tanggung jawab mereka untuk memutuskan bagaimana mereka akan menggunakannya.

Tapi ia menambahkan bahwa 'setelah mengkajinya lagi' ia merasa pandangan itu sempit dan salah.

"Hari ini, berdasarkan informasi yang kami ketahui... Saya rasa kami paham bahwa kami perlu mengemban tanggung jawab kami secara lebih luas," ujarnya.

"Bahwa kami tidak sekadar membuat suatu perangkat, tapi kami juga perlu bertanggung jawab penuh akan bagaimana orang-orang menggunakan alat tersebut."

Zuckerberg mengumumkan bahwa audit internal telah mengungkap suatu masalah baru. Aktor-aktor berniat jahat telah menyalahgunakan fitur yang memungkinkan pengguna mencari sesama pengguna dengan memasukkan pos-el (email) atau nomor telepon di kolom pencarian Facebook.

Walhasil, banyak informasi profil publik telah "disalin" dan dicocokkan dengan detail kontak, yang didapatkan dari sumber lain.

Facebook kini telah memblokir fasilitas tersebut.

"Wajar bila menduga jika pengaturan (dasar) itu Anda biarkan menyala, maka dalam beberapa tahun ke belakang orang mungkin mengakses informasi publik Anda dengan cara ini," kata Zuckerberg. [bbc/lat]

Komentar

 
Embed Widget

x