Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 20:57 WIB

Kantor YouTube Ditembak, Warganet Serang Trump

Rabu, 4 April 2018 | 17:15 WIB

Berita Terkait

Kantor YouTube Ditembak, Warganet Serang Trump
Penembakan di kantor pusat YouTube - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, California--Penembakan yang terjadi di markas besar YouTube di California Utara, beberapa jam lalu membuat banyak orang kaget. Warganet pun memojokkan Presiden AS Donald Trump, terutama kebijakan kepemilikan senjata.

Penembakan di markas besar YouTube di daerah California Utara yang terjadi beberapa jam lalu diduga dilakukan oleh seorang perempuan yang diidentifikasi bernama Nasim Aghdam, 39 tahun.

Ironisnya, Agdham justru merupakan seorang YouTuber yang sering mengunggah berbagai video di platform jejaring sosial itu. Menurut ayahnya, Aghdam membenci YouTube karena dianggap melakukan diskriminasi terhadapnya.

Insiden penembakan yang dilakukan Agdham itu melukai 3 orang, salah satunya dalam keadaan kritis yang diidentifikasi sebagai kekasih Aghdam, seorang pria yang berusia 37 tahun. Dua korban lainnya merupakan perempuan yang berusia 32 dan 37 tahun.

Kasus penembakan di markas besar YouTube ini lantas kembali mengingatkan banyak pihak kepada rentetan peristiwa penembakan massal di Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir yang lantas membuat ratusan ribu warga dan anak sekolah di Amerika Serikat melakukan long march meminta agar Presiden Donald Trump dan pemerintahannya menerapkan pengawasan yang jauh lebih ketat terhadap kepemilikan senjata api di negara Paman Sam tersebut.

Trump memang dikenal menolak untuk menerapkan peraturan yang lebih ketat tentang kepemilikan senjata. Bahkan, pada Februari 2018, Trump dikabarkan telah menandatangani sebuah undang-undang yang justru mempermudah orang dengan riwayat gangguan mental untuk memiliki senjata.

Tak heran bila peristiwa penembakan di markas besar YouTube membuat warganet kembali memojokkan dan menyalahkan Trump.

"The YouTube HQ shooting is proof that this is NOT just schools. Our country has a GUN problem. End of story.," tulis @JaclynCorin, aktivis penentang kepemilikan senjata yang masih duduk di bangku SMU.

"Just so this is clear, the YouTube HQ murderer was NOT an @NRA member.," sindir @OliverMcGee yang merujuk pada NRA, Asosiasi Senjata Api Nasional Amerika Serikat yang memang aktif melobi agar pemerintah Amerika Serikat tidak memperketat aturan kepemilikan senjata api.

"The YouTube shooter obviously had serious mental issues. Her father warned law enforcement. Clearly law-abiding citizens must be deprived of their guns to combat the threat of such shootings.," cuit @BenSaphiro.

Bisnis senjata api memang menghasilkan banyak uang bagi pemerintah Amerika Serikat, Menurut Senator Chris Murphy dari Partai Demokrat, seperti yang dinukil dari inthesetimes.com, bisnis senjata api Amerika Serikat bernilai US$13,5 miliar atau setara dengan Rp185,7 triliun. [dari berbagai sumber/ta]

Komentar

Embed Widget
x