Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 08:37 WIB

Seruan 'Punish Muslim Day' Resahkan Muslim Inggris

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 4 April 2018 | 12:52 WIB

Berita Terkait

Seruan 'Punish Muslim Day' Resahkan Muslim Inggris
(Foto: nytimes)

INILAHCOM, London - Empat anggota parlemen Inggris dan enam komunitas di London menerima surat yang isinya menyerukan agar 3 April nanti dinyatakan sebagai Hari Hukuman bagi warga Muslim.

The New York Times mengabarkan Selasa (3/4/2018), surat itu mengungkapkan bagi siapa pun yang melakukan aksi kekerasan terhadap kaum Muslim akan diberi hadiah: Bila menarik hijab seorang Muslimah, hadiahnya sebesar 25 poin. Lalu bila membunuh seorang Muslim akan diberi hadiah 500 poin dan bila membakar masjid akan diberi hadiah 1.000 poin. Di samping itu, surat tersebut juga menyerukan agar melakukan aksi kekerasan lain, seperti melempar bahan kimia dan pemukulan kepada warga Muslim.

"Kelihatan aneh, ada orang yang mengirim surat seperti itu di kawasan yang mayoritas beragama Muslim," kata Riza Ahmed. "Ketika saya baca surat itu, merasa takut dan ngeri," kata Riza Ahmed, salah satu pemuka agama di Bradford, Yorkshire yang menerima surat seperti itu. Sejumlah warga di Birmingham, Cardiff, Leicester, London dan Sheffield juga menerima surat seruan itu.

Satuan kepolisian Inggris mengimbau agar warga Muslim tidak terpancing dan tetap waspada. Jajaran Polda Metro London tengah mengusut siapa dalang dan pengirim seruan Punish a Muslim Day tersebut. "Saya minta kepada komunitas Muslim di manapun agar tetap waspada dan melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan ke polisi," ujar Naz Shah, anggota parlemen dari Barat Bradford di akun Twitter dan Facebooknya.

Seiring bertambahnya jumlah warga Muslim di Inggris, jumlah aksi kekerasan pada warga Muslim juga meningkat. Selama 2016-2017 terjadi 80 ribu aksi kekerasan, dibandingkan tahun 2015-2016 yang hanya 62 ribu kali. Tahun lalu, Daren Osborne, seorang warga Inggris menabrakkan mobil van ke kerumunan warga Muslim yang keluar dari masjid di London. Seorang warga tewas dan belasan lain luka parah. Daren mengaku mendapat pesan lewat Twitter dari Jayda Fransen, Deputi Pemimpin Britain First, kelompok kanan jauh yang dibentuk setelah Donald Trump berkuasa. Daren dan Jayda dijatuhi hukuman penjara beberapa tahun.

Komentar

Embed Widget
x