Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 07:38 WIB

Puluhan Ribu Guru AS Demo Tuntut Kenaikan Gaji

Selasa, 3 April 2018 | 13:24 WIB

Berita Terkait

Puluhan Ribu Guru AS Demo Tuntut Kenaikan Gaji
Demo ribuan guru AS. - (Foto: voa)

INILAHCOM, Oklahoma--Puluhan ribu guru dari negara bagian Oklahoma dan Kentucky berdemonstrasi, Senin (2/4) waktu setempat, menuntut gaji yang lebih baik dan dana pendidikan yang lebih besar. Demikian VOA, Selasa (3/4)

Ruang-ruang kelas di Oklahoma di bagian barat daya Amerika, dan Kentucky di bagian tengah Selatan ditutup, sebagian karena demonstrasi para guru dan lainnya karena libur musim semi yang sudah dijadwalkan.

Demonstrasi guru di Oklahoma City dan Frankfort, masing-masing Ibu Kota Oklahoma dan Kentucky, meniru pemogokan sembilan hari di negara bagian West Virginia, di mana para guru baru-baru ini memperoleh kenaikan gaji untuk mengakhiri pemogokan mereka.

Gaji guru di Oklahoma terendah ketiga di antara 50 negara bagian Amerika. Para pengunjuk rasa mengatakan konsesi pendanaan yang dibuat anggota parlemen negara bagian minggu lalu tidak cukup besar untuk memperbaiki pendidikan di sana.

Beberapa sistem sekolah hanya membuka sekolah empat hari seminggu karena kekurangan dana untuk membuka sekolah lima hari seminggu dan menggunakan buku-buku panduan yang telah berusia 20 tahun.

Persatuan guru Oklahoma menuntut kenaikan gaji US$10 ribu untuk guru, peningkatan gaji sebanyak US$5.000 untuk staf pembantu, dan US$200 juta untuk pendanaan pendidikan baru. Tetapi parlemen negara bagian hanya menyetujui jumlah yang lebih kecil: US$6.100 kenaikan gaji guru, US$1.250 untuk staf pembantu, dan US$50 juta pendanaan pendidikan baru.

Bahkan dengan kenaikan gaji, sebagian guru di Oklahoma mengatakan mereka terpaksa harus punya dua atau tiga pekerjaan lain, seperti bekerja di restoran atau memotong rumput, agar mendapat cukup uang untuk membayar keperluan rumah tangga mereka.

Di Kentucky, para guru memprotes perubahan program pensiun mereka yang oleh anggota parlemen diselipkan ke dalam rancangan undang-undang tentang air limbah dan menuntut lebih banyak dana negara bagian untuk sekolah- sekolah. Para guru mengeluh karena tidak ada perubahan dalam penyesuaian biaya hidup untuk pensiun, dan jumlah hari sakit yang boleh ditambahkan pada masa pensiun pun dibatasi. [voa/lat]

Komentar

Embed Widget
x