Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 02:40 WIB
 

Hari Malapetaka, Belasan Warga Palestina Tewas

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 31 Maret 2018 | 11:05 WIB
Hari Malapetaka, Belasan Warga Palestina Tewas
(Foto: WTKR)

INILAHCOM, Gaza City - Sedikitnya 15 warga Palestina tewas dan 1.100 orang lainnya luka parah dalam aksi demonstrasi yang terjadi di perbatasan Jalur Gaza dan Israel.

The Atlantic mengabarkan Jumat (30/3/2018), militer Israel menjelaskan, pihaknya terpaksa melepaskan tembakan kepada sejumlah provokator yang meminta para demonstran menggelindingkan ban yang dibakar ke arah militer Israel. Mereka juga melempari kami dengan batu, sehingga kami terpaksa melepaskan tembakan, bunyi pernyataan resmi pihak Israel.

Aksi demonstrasi itu dilakukan secara damai untuk memperingati Great March of Return. Mereka menuntut agar para pengungsi Palestina diizinkan kembali ke kediaman mereka, sebelum ditinggalkan tahun 1948, saat dibentuknya Negara Israel. Dalam aksi itu, sekitar 17 ribu warga Palestina berkumpul di enam lokasi di dekat perbatasan wilayah Jalur Gaza dan Israel.

Tuntutan warga Palestina itu, tentu saja tidak dikabulkan Pemerintah Israel, yang malah menutup perbatasan yang dijadikan sebagai Zona Militer Israel. Menurut Israel, warga Jalur Gaza telah diperingatkan menentang aksi protes yang disebutnya dilakukan oleh kelompok Hamas, kelompok garis keras yang memegang kekuasaan di Jalur Gaza. Mereka malah mengirim para ibu dan anak-anak ke perbatasan zona militer, sehingga keselamatan mereka terancam, bunyi pernyataan Israel.

Aksi demonstrasi itu bertepatan dengan peringatan Hari Paskah bagi kaum Kristen dan Perjamuan Terakhir bagi Yahudi. Perjamuan terakhir yang dilakukan hari Jumat itu, diperingati warga Yahudi sebagai hari pembebasan nenek moyang mereka yang pernah dijadikan budak pada zaman kuno di Mesir. Hari suci itulah, kemudian dijadikan hari tuntutan agar Israel mengizinkan para penduduk Palestina kembali ke tanah airnya.

Aksi protes yang berlangsung pada hari Jumat itu, dirayakan untuk memperingati Land Day. Pada tahun 1976 serdadu Israel membunuh enam warga Palestina yang melakukan protes karena tanah mereka direbut pemerintahan Yahudi. Aksi protes itu diperkirakan akan berakhir 15 Mei yang dinyatakan sebagai hari berdirinya Israel, namun oleh warga Palestina dianggap sebagai Naqba atau Hari Malapetaka Palestina.

Komentar

 
Embed Widget

x