Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 13:54 WIB

Paris Diguncang Puluhan Ribu Demonstran

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 23 Maret 2018 | 11:42 WIB

Berita Terkait

Paris Diguncang Puluhan Ribu Demonstran
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Paris - Sekitar 50 ribu pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Paris menuntut agar Pemerintah Prancis mengalokasikan dana ke fasilitas umum.

Kantor Berita Associated Press mengabarkan, aksi demo Kamis (21/3/2018) melumpuhkan sejumlah penerbangan, kereta api. Sementara sekolah-sekolah dan pelayanan umum di seluruh Prancis ditutup. Bahkan Palace of Versailles, tujuan utama turis asing, juga tutup hari itu.

Protes yang semula berlangsung damai, berkembang menjadi ajang baku hantam antara demonstran melawan petugas anti-huru-hara. Tembakan gas air mata dan semprotan air dilepaskan untuk menghalau para demonstran yang semakin beringas. Aksi konfrontasi antara demonstran dan petugas keamanan juga terjadi di Kota Nantes, Barat Paris.

Sementara itu, pihak otoritas bandara mengungkapkan, 30 persen penerbangan dari Paris dan ke luar negeri dibatalkan. Hanya 40 persen kereta api cepat yang masih beroperasi, dan separuh dari kereta regional yang berjalan normal.

Aksi unjuk rasa itu dimaksudkan untuk memprotes kebijaksanaan ekonomi Presiden Emmanuel Macron yang merugikan karyawan fasilitas umum. Sekitar 120 ribu pekerjaan Perusahaan Kereta Api SNCF bakal diberhentikan menjelang tahun 2022.

Para karyawan SNCF juga menolak rencana pemerintah yang hendak membuka layanan baru, karena dianggap bakal menyaingi para pekerja SNCF. "Jika kami tak didengar, maka kami akan mogok. Hanya beberapa kereta saja yang beroperasi," kata Julien Cabanne, pejabat serikat pekerja yang datang ke Paris untuk ikut protes. Sementara itu, para pegawai pelayanan umum menuntut agar gaji mereka dinaikkan.

Tak jelas, apakah tuntutan mereka bakal dipenuhi Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron. Bila itu yang terjadi, besar kemungkinan anggota serikat pekerja SNCF akan menggelar aksi demo lebih besar lagi selama bulan April, Mei dan Juni.

Komentar

Embed Widget
x