Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 19:43 WIB
 

Ucapan Selamat Trump kepada Putin Dikecam

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 21 Maret 2018 | 12:21 WIB
Ucapan Selamat Trump kepada Putin Dikecam
(Foto: Gettyimages)

INILAHCOM, Washington DC - Presiden Donald Trump dikecam banyak pihak, karena mengucapkan selamat kepada Vladimir Putin yang terpilih lagi sebagai presiden Rusia.

The New York Times melaporkan Selasa (20/3/2018), dalam pembicaraan telepon, Presiden Trump mengucapkan selamat tapi sama sekali tidak menyinggung campur tangan Rusia dalam pilpres AS 2016. "Pembicaraan telepon yang sangat bagus," kata Trump kepada reporter di ruang kerjanya Oval Office. "Mungkin kita akan bertemu dalam waktu tak lama lagi," sambungnya. Padahal pekan lalu, AS juga mengeluarkan sanksi ekonomi pada Rusia, seperti yang dilakukan Barat, setelah Inggris menuduh Putin terlibat pembunuhan mantan mata-mata Rusia Sergei V. Skripal dan putranya.

Kecaman keras disuarakan Senator John McCain. "Seorang presiden AS tidak mewakili dunia yang bebas dengan mengucapkan selamat pada diktator yang mencurangi Pilpres," kata John McCain dari Partai Republik. Hal yang sama juga disuarakan Mitch McConnell, pemimpin mayoritas Senat. "Saya melihat, hasil Pilpres Rusia tidak kredibel," kata Mitch McConell dari Partai Republik itu. "Menelepon dia, bukan termasuk dalam daftar utama saya," sambungnya.

Setelah pemilu Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan resmi yang kedengarannya disusun secara seksama. "AS mengucapkan selamat kepada rakyat Rusia karena berhasil menyelesaikan pilpres, dan bersedia bekerjasama dengan presiden terpilih, setelah hasil pilpres diresmikan dan ia disumpah secara resmi," bunyi pernyataan itu.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, dalam pembicaraan telepon itu, Trump mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Rusia. Terutama soal pengembangan rudal antarbenua yang konon tidak dapat dideteksi, dan terpedo nuklir yang mampu mengalahkan sistem pertahanan AS.

Trump mengingatkan Putin bahwa pemerintahnya telah menghabiskan dana US$700 miliar untuk meningkatkan kemampuan militernya, sehingga AS akan memenangkan perlombaan senjata antara AS dan Rusia. "Kita tidak mau seorang pun yang bakal melakukan hal itu," kata Presiden Trump kepada reporter.

Komentar

Embed Widget

x