Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 06:49 WIB

Bandingkan Payudara:Semangka, Demo di India

Rabu, 21 Maret 2018 | 08:45 WIB

Berita Terkait

Bandingkan Payudara:Semangka, Demo di India
Sebagian pengunjuk rasa yang turun ke jalan membawa sepotong semangka. - (Foto: AFP)

INILAHCOM, Kerala--Para mahasiswi di sebuah akademi di negara bagian Kerala, India, menggelar aksi protes setelah seorang profesor membandingkan dada perempuan dengan semangka., demikian BBC, Rabu (21/3).

Sebuah video di YouTube yang merekam komentar tersebut menyebar dengan cepat sepanjang akhir pekan lalu dan memicu kemarahan sejumlah orang.

Sebagian mahasiswi turun ke jalan untuk memprotes sambil membawa potongan semangka sementara yang lain menggunakan media sosial untuk menyebar swafoto dengan dada tanpa baju namun ditutup semangka.

Video yang memicu protes itu memperlihatkan Prof Jouhar Munavvir T -yang mengajar di Akademi Pelatihan Farook di kota Kozhikode, Kerala- mengkritik para mahasiswi.

Yang menjadi sasaran kritik adalah mahasiswi yang hanya menyelempangkan selendang ke sekeliling kepala dan membiarkan dada--yang menarik perhatian pria--menjadi terbuka.

"Itu seperti sepotong semangka, yang dipotong untuk memperlihatkan betapa matangnya buah itu."

Setelah tersebar sampai ribuan kali, sekelompok perempuan turun ke jalanan di Kozhikode untuk menggelar protes sambil membawa sepotong semangka dan poster-poster yang mengecam komentar Prof Munavvir..

"Itu melawan semua perempuan. Di negara bagian seperti Kerala, komentar seperti itu tidak bisa ditolerir," jelas Nikhil P, dari Federasi Kaum Muda Demokrasi India, kepada BBC Hindi.

Bagaimanapun ada juga yang membela guru besar tersebut, antara lain seorang pengguna media sosial yang memiliki kaitan dengan Liga Persatuan Muslim India, yang berpendapat 'komentar itu diambil ke luar dari konteks'.

Sementara seorang pengguna lain mengkritik protes dengan menuduh organisasi mahasiswa menghadapi 'kelangkaan isu' untuk dibahas.

BBC sudah berupaya untuk menghubungi pihak manajemen Akademi Pelatihan Farook namun belum mendapat tanggapan. [bbc/lat]

Komentar

Embed Widget
x